Opick - Assalamualaikum

Jumat, 14 Desember 2012

GADHUL BASHAR ITU INDAH

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh


Robert : Kenapa Kamu tidak mau duduK santai di cafe?
Rizki : Karena gadhul bashar itu, indah
Robert : apa itu gadhul bashar?
Rizki : Gadhul bashar adalah menjaga pandangan.
Robert : Boleh jelaskan tentang itu?

Rizki : Insya Allah, dengan izin Allah SWT saya jelas...Bismillaahirrahmaanirrahiim

Pandangan adalah jendela bagi hati. Barang siapa yang mampu menjaga pandangannya, maka akan bagus hatinya. Namun, bagi yang mengumbar pandangan, maka penyakit akan menggerogoti hati dan membuatnya menderita dengan segala kepayahan.

Pandangan juga cerminan bagi hati. Seseorang yang hatinya sakit atau bahkan mati maka pandangannya tidak akan terkontrol. Berbeda halnya dengan orang yang hatinya bersih.

Seorang muslim tentu akan berusaha membersihkan hatinya, salah satu caranya adalah dengan senantiasa gadhul bashar [menjaga pandangan]. Gadhul bashar adalah seorang muslim yang menundukkan pandangannya dari perkara-perkara yang haram yang tidak boleh dilihat.

Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.' Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya. (QS. An-Nuur: 30-31).

Apabila tidak sengaja melihat sesuatu yang haram, hendaknya segera memalingkan pandangannya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwasanya dia telah berkata: "Fadhl pernah dibonceng oleh Rasulullah. Kemudian ada seorang wanita Khots'am yang lewat, lantas Fadhl melihat wanita itu, dan wanita itu pun melihat Fadhl. Melihat kejadian tersbut, dengan segera Nabi memalingkan wajah Fadhl ke arah yang lain."[HR. Bukhari dan Muslim].

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: "Pandangan adalah asal seluruh bencana yang menimpa manusia. Bermula dari pandangan akan lahirlah keinginan, dan keinginan akan melahirkan pemikiran. Dari pemikiran akan lahirlah syahwat (hawa nafsu) yang pada akhirnya syahwat itu akan mendorong menjadi keinginan yang sangat kuat hingga terjadi apa yang ia inginkan."[Al-Jawabul Kafi hal.79].

Oleh sebab itulah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memperingatkan ummatnya akan pentingnya menjaga pandangan khususnya tatkala berada di jalan atau tempat-tempat umum.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Waspadalah kalian terhadap duduk-duduk di pinggir jalan.' Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidaklah kami duduk kecuali hanya sekedar berbincang-bincang. "maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam mengatakan: "Apabila kalian tetap ingin duduk-duduk di jalan, maka berilah jalan itu haknya." Para sahabat bertanya kembali: " Apa haknya wahai Rasulullah?" Rasululah menjawab: "Tundukkan pandangan, menjawab salam dan amar ma'ruf nahi munkar."[HR. Bukhari dan Muslim].

Robert : Terima kasih ya, Rizki. Besok-besok saya tidak lagi duduk-duduk di cafe.

wallahu a'lam bish-shawab

Kamis, 13 Desember 2012

Wanita hamil keluar darah di namakan darah haid atau darah istihadah



Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
 
 DALAM ISTILAH KEDOKTERAN DI NAMAKAN FLEK.
 
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Rasulullah saw beserta keluarga dan segenap sahabatnya serta seluruh kaum Muslimin yg mengikutinya. Amma ba'du

Banyak ibu-ibu muda yang menanyakan tentang flek ( bercak darah ) yang keluar dari vagina sebelum melahirkan, apakah itu termasuk darah haid, atau istihadhah, atau darah nifas ? Tentunya mereka membutuhkan jawaban yang jelas, karena masalah ini menyangkut kewajiban mereka melaksanakan ibadah sholat, puasa dan lain-lain.

Apa yang dimaksud dengan keluar flek?

Keluar flek atau serinhg disebut spotting adalah keluarnya sedikit bercak darah dari vagina berwarna merah atau kecoklatan, yang bisa jadi tidak sampai mengotori celana dalam. Keluarnya flek ini merupakan pendarahan ringan yang bisa terjadi kapan saja pada saat hamil, terutama pada trimester pertama. Sekitar 20% wanita hamil mengalami spotting pada trimester pertama. Keluarnya flek ini adalah sesuatu yang normal dan tidak berbahaya jika tidak disertai gejala lain, seperti nyeri di perut, pingsan atau lemas serta tidak berlangsung lama, biasanya kurang dari satu hari.

Salah satu penyebab keluarnya flek yang tidak membahayakan adalah melekatnya sel telur yang sudah dibuahi ke dinding rahim, atau karena ada perubahan hormon yang kadang-kadang terjadi di akhir kehamilan .

Pada trisemester kedua dan ketiga, jika flek keluar, kadang penyebabnya karena luka atau infeksi pada leher rahim, atau ada kelainan pada plasenta yang menutupi leher rahim, atau plasenta terlepas dari dinding rahim, atau terjadi pelebaran leher rahim, atau karena ibu hamil sedang kecapaian, atau bahkan tanda dari keguguran.

Bagaimana Hukum Flek ( bercak darah ) ini ?

Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapinya :

Pendapat Pertama : menyatakan bahwa darah yang keluar sebelum melahirkan adalah darah rusak atau darah istihadhah. Ini adalah pendapat al-Hanafiyah ( al Kasani, Badai’ as shonai’, Beirut, Daar al Kutub al ilmiyah, juz : 1, hlm : 41 ).

Pendapat Kedua : menyatakan bahwa ini adalah darah haid. Ini adalah pendapat al-Malikiyah. (Ibnu Juzai, al Qawanin al Fiqhiyah, Kairo, Daar al hadits, 2005 ,hlm : 35 )

Pendapat Ketiga, adalah pendapat ulama Syafi'iyah : Darah yang keluar sebelum melahirkan, mempunyai dua kemungkinan ;

Pertama, darah tersebut bersambung terus dengan waktu melahirkan, maka darah tersebut dikatagorikan darah nifas.

Kedua, darah tersebut tidak bersambung dengan waktu melahirkan, tetapi terputus sebelum itu, maka darah ini tidak termasuk darah nifas. Apakah termasuk darah haid atau darah rusak ( istihadah ) ? Menurut qaul qadim ( pendapat imam Syafi’i sebelum ke Mesir ): darah tersebut adalah darah rusak (istihadah) seperti pendapat al Hanafiyah. Adapun menurut qaul jadid ( pendapat imam Syafi’i setelah di Mesir ) : darah tersebut termasuk darah haid, seperti pendapat al Malikiyah. (al Mawardi, al Hawi al Kabir, Beirut, Daar al Kutub al Ilmiyah,1994, juz : 1, hlm : 438, as Syarbini, Mughni al Muhtaj, Beirut, Daar al Kutub al Ilmiyah, 1994, Juz 1, hlm : 277 )

Pendapat Keempat : menyatakan bahwa darah tersebut adalah rusak ( istihadhah ), kecuali jika keluar dua atau tiga hari sebelum melahirkan, maka termasuk darah nifas, tentunya harus disertai dengan tanda-tanda melahirkan seperti kontraksi. Ini adalah pendapat Hanabilah. ( Ibnu Qudamah, al Mughni, Beirut, Daar al Kitab al Arabi, Juz : 1, hlm : 371 )

Sebab perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini

Yang menyebabkan para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini adalah perbedaan mereka di dalam mendefiniskan darah nifas :

Menurut al-Hanafiyah bahwa darah nifas adalah : darah yang keluar setelah melahirkan. Adapun darah yang keluar bersamaan dengan melahirkan atau sebelum melahirkan adalah darah rusak atau istihadah

Sedang menurut Malikiyah bahwa darah nifas adalah darah yang keluar ketika dan sesudah melahirkan. Adapun darah yang keluar sebelum melahirkan, menurut pendapat yang benar di kalangan mereka adalah darah haid.

Adapun menurut as- Syafi’iyah bahwa darah nifas adalah : darah yang keluar ketika dan sesudah melahirkan. Tetapi Syafi’iyah mengecualikan darah yang bersambung dengan darah haid, maka hal itu dimasukkan dalam katagori haid, karena menurut mereka, orang hamil bisa saja keluar haid darinya.

Adapun menurut Hanabilah, nifas adalah darah yang keluar karena melahirkan.

Sebagian ulama menyatakan bahwa darah flek ini, jika keluar sebelum melahirkan tanpa disertai dengan kontraksi atau tanda-tanda melahirkan, maka dihukumi sebagai darah yang rusak ( darah istihadha ), maka hendaknya dia membersihkannya seperti membersihkan najis dari badannya, kemudian tetap melakukan sholat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya. Tetapi jika keluarnya flek tersebut disertai kontraksi sebagai tanda mau melahirkan, maka dikatagorikan darah nifas sehingga dia wajib meninggalakan sholat dan puasa serta ibadah-ibadah yang disyaratkan di dalamnya suci.

Untuk sifat kehati-hatian, kita mengambil pendapat yang menyatakan bahwa darah flek yang keluar sebelum melahirkan selama tidak diikuti proses kelahiran yang sebenarnya, dikatagorikan darah istihadah, walaupun kadang-kadang disertai dengan kontraksi atau adanya pembukaan pada tempat keluarnya anak, seperti pembukaan pertama, kedua dan seterusnya. Karena kadang sudah ada kontraksi dan pembukaan pertama, namun tidak terjadi kelahiran kecuali setelah satu atau dua minggu sesudahnya. Alangkah jauh jaraknya dengan waktu kelahiran, tentunya hal ini sangat susah diterima sebagai darah nifas.

Batasan sebelum melahirkan itu berapa hari ? Ulama Hanabilah sebagaimana yang telah disebut di atas, menyebutkan jika darah tersebut keluar dua atau tiga hari sebelum melahirkan, maka termasuk darah nifas. Tetapi batasan tersebut tidak mempunyai landasan yang kuat, maka yang lebih tepat adalah jika keluarnya flek tersebut bersambung dengan proses kelahiran yang sesungguhnya, seperti keluar darah flek pada pagi hari langsung bersambung terus dengan kontraksi yang luar biasa kemudian terjadi kelahiran pada siang atau sore harinya, maka darah flek tersebut bisa dikatagorikan darah nifas, karena bersambung secara utuh dengan proses kelahiran.

Oleh karenanya, wanita hamil yang keluar darah flek yang tidak bersambung secara utuh dengan proses kelahiran, hendaknya dia membersihkan darah tersebut dan wudhu ketika hendak melakukan sholat, dan boleh dia membaca al Qur'an, dan melaksanakan puasa sebagaimana biasanya. Karena pada asalnya, ibadah adalah sesuatu yang wajib dia kerjakan secara yakin, dan tidak boleh meninggalkannya kecuali dengan sesuatu yang yakin juga, yaitu ketika benar-benar telah melahirkan. Selama darah tersebut ada kejelasan, maka tidak boleh menjadikannya untuk meninggalkan sholat serta ibadah-ibadah lainnya.

Bagaimana jika seorang wanita yang hamil mengira bahwa darah flek yang keluar adalah darah nifas, tetapi ketika dia sudah terlanjur meninggalkan sholat selama seminggu atau lebih, ternyata proses kelahiran tidak kunjung datang ? Jawabannya bahwa dia berkewajiban untuk mengqadha' sholatnya yang ditinggalkan tersebut pada hari-hari lainnya setelah dia melahirkan dan darah nifasnya sudah berhenti.

Wallahu A'lam Bish-shawab.

Update Status Di Akun Facebook Apa Tujuan Anda???

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh

 

Jika kita mau update status, karen ingin dipuji, ingin mendapatkan like yang banyak, dan ingin dihormati akan membuat hati gersang. Jika mau update status tidak menjadikan Allah sebagai tujuan PERCUMA.
Bagaimana mendektesi bahwa kita beraktifitas tujuannya karena dunia? Set
idaknya ada beberapa pertanyaan yang dapat kita ajukan ke diri kita sendiri.


a. Apakah kita melakukan ini semua karena mengharap ridho Allah?
b. Karena ingin surga Allah?
c. Karena ingin dijauhkan dari api neraka?
d. Karena pengen dapat pahala dari Allah?

Kalau jawaban dari itu semua bukan, maka kita mau update status karena ingin dunia.
Nah, kalau kita ingin dunia, ingin pujian orang, ingin dihormati, ketika kita tidak mendapatkan itu dan tidak disandarkan pada Allah, pada saat itulah galau dan stres muncul.

wallahu a'lam bish-shawab

Mereka Sudah Tahu Dan Paham Perintah Allah SWT Serta Larangan Allah SWT, Tapi Karena Mereka Memilih Untuk Menetap Di Neraka!

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh


Mungkin terlalu extrem dan heroik sama judul di atas. Tapi inilah kenyataannya. Kita orang islam kan? Kita muslimin dan muslimat kan? Tuhan kita Allah kan? Nabi kita Muhammad kan? pedoman dan panji
kita al-qur'an dan sunnah kan? Iya kan?

Kita tahu, semua orang muslim dan muslimah akan masuk ke surga dan menetap dan kekal, abadi. Tapi terfikir gak sih? Bagaimana caranya buat kita bisa masuk surga dan menetap tapi perilaku kita seperti ini? Seperti memilih untuk menetap di NERAKA!

Mereka mengaku, tahu Allah dan mengimaninya.. Tapi sayang, mereka tidak menunaikan hak-hak dan perintah-Nya.

Mereka cinta pada Rasul, tetapi tidak menunaikan Sunnah baginda. Malah sata melakukannya dibilang tidak modis.

Mereka baca Qur'an. Tapi hanya sekedar formalitas. Yang penting mah khatam. Tapi gak pernah itu isi al-qur’an diamalkan.

Sudah tahu, setan itu musuh nyata orang muslim. Tapi tetap saja gak berjuang buat menentangnya.

Sudah dikasih nikmat, bukannya bersyukur dan terimakasih. Tapi merasa kurang mulu

Tahu adanya siksa neraka tapi enggak berusaha buat menjauh dari siksa neraka.

Mengaku bahwa kamtian pasti datang kapan saja,, tetapi saat ditanya, apakah siapa menghadapinya? Mereka berkata, belum siap.

Sudah tahu, kalau mendengarkan musik itu melalaikan dari Allah, tapi tetap saja di dengakan.

Sudah faham, bahwa muslim harus menutup aurat. Tapi tetap saja banyak berbagai alasan yang di mana ia tak mau menutup auratnya.

Tau, bahwa ada malaikat dan Allah yang mengawasi. Tapi kok jadi merasa kalau tak ada yang mengawasi?

Sudah tau kalau melalaikan sholat ataupun meninggalkannya sudah dapat dosa. Kenapa masih aja susah buat diajak sholat? Padahal, itu kewajiban kita.

Sudah tahu, kalau pakai kerudung itu tidak boleh dimodel-modelin. Apalagi jadi enggak syar'i. Tapi masih aja.. Dilanggar

Bertabarujj (berihias) alias mempercantik diri saat keluar rumah dan niatnya untuk terlihat cantik dihadapan "dia" yang bukan mahrom adalah haram dan dosa. Tetap aja, alat make selalu dijinjing kemana-mana.

Sudah tahu, menggunjing orang itu dosa, kok banyak mereka yang masih mengungunjing orang lain?

Apakah mereka memang memilih dirinya untuk menetap di neraka? Apakah itu pilihan mereka? Lalu bagaimana degan pilihanmu, sahabat fillah?

Semua sama-sama instrospeksi diri ya..

Semoga kita bisa bertemu di Jannah-Nya dalam ridha-Nya

aamiin

Salam Ukhuwah

wallahu a'lam bish-shawab

Rabu, 12 Desember 2012

Jangan Balas Hinaan Orang Dengan Hinaan, Tapi Bertawakallah Kepada Allah SWT

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh


 

Sesungguhnya kita akan mendapatkan pahala dikarenakan kesabaran kita menghadapi cercaan
dan hinaan itu. Dan cercaan mereka itu pada dasarnya pertanda bahwa kita memiliki harga dan derajat. Sebab, manusia tidak akan pernah menendang bangkai anjing dan orang-orang yang tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki. Artinya manakala cercaan dan hinaan yang kita terima semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga kita.

"mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja."(QS. Ali Imran : 111)

"Dan, janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan." (QS. An-Nahl:127)

"Dan, janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakallah kepada Allah. Dan cukup Allah sebagai pelindung." (QS. Al-Ahzab: 48)

"Maka, Allah membersihkannya dari tuduh-tuduhan yang mereka katakan." (QS.Al-Ahzab: 69)

Karena pedengki tidak akan pernah mengakui kebenaran yang kita lakukan. Apapun kebaikan yang kita perbuat di mata pendengki itu adalah suatu yang sangat menyakitkan baginya dan dia akan berusaha bagaimanpun juga untuk mencari celah bagaimana cara menghina, mencerca dan menjatuhkan harga diri/kehormatan kita di depan orang banyak/umum. Sebelum dia berhasil menghasut orang-orang maka belum ada kepuasan dalam diri pendengki bahkan boleh dikatakan walaupun dia sudah berhasil menghasut orang-orang tetap aja tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri sipedengki. Karena di hatinya penuh dengan bara dendam yang akan memakan jiwa dan raganya sendiri tanpa dia sadari.

Seorang penyair berkata,
☛ "Niscaya terhadap orang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki dan tak kan kau jumpai orang-orang hina itu di dengki."

Penyair lain berkata,
☛ "Aku berjumpa dengan orang bodoh yang mencelaku
Ku tinggalkan ian seraya berkata, 'aku tidak peduli' "

Penyair lain berkata,
☛ "Jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali
Sebab sebaik-baik jawaban baginya adalah diam seribu bahasa"


Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang bodoh itu sesekali dilawan atau di tantang. Atau katakan saja pada mereka,
Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa, maka katakalah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.

Seorang sastrawan Barat mengatakan,
☛ "Lakukan apa yang kau pandang benar, dan palingkan punggungmu dari semua celaan dan kritikan yang tak berharga."
Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan dan kita coba:
1.Jangan pernah membalas cercaan atau olok-olok yang melukai hati kita! Karena, kesabaran kita dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya mengubur kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber dan tenaga untuk mencapai pahala dan kemuliaan.

2.Ingatlah! Separoh dari orang yang pernah mencerca atau menghina atau mengkritik kita itu akan melupakan cercaan mereka, seperti tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak mengerti apa dan mengapa dia mencerca kita. Maka dari itu jangan pernah cercaan mereka mereka kita masukkan dalam hati dan jangan pula berusaha membalas apa yang mereka katakan itu. sebab tidak ada bedanya kita dengan mereka bila kita membalasnya.


Wallahu A'lam Bish-shawab

Sabtu, 08 Desember 2012

Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh

 


Ada beberapa macam golongan manusia dalam mensikapi kematian antara lain :

1. Manusia yang tidak mau berpisah dengan dunia karena berbagai kenikmatan telah ia dapatkan, baik dengan usaha sendiri maupun karena keturunan. Mendengar kata kematian akan
membuatnya sedih dan mengurangi rasa nikmat raga atau badannya. Apalagi kekayaan yang didapatkan dari cara yang tidak benar, mereka sangat takut sekali menghadapi yang namanya "kematian"


2. Manusia yang "merasa" belum siap mati karena masih ingin memperbaiki amalannya. Mereka merasa belum siap, walaupun mengerti bahwa kematian itu adalah awal menuju kehidupan yang hakiki. Bila ingin ketemu TuhanNya salah satu jalan yang pasti adalah melalui kematian. Mereka banyak melalaikan, di akhir kehidupannya baru ingat akan bekal yang kurang sehingga meminta kalau bisa kematian itu ditangguhkan.

3. Golongan manusia yang dapat dikatakan sholeh, dengan penyesalan yang sempurna siap menghadapi kematian dengan suka ria bagaikan ingin ketemu kekasihnya. Sehingga lebih menciantai kematian dari pada berumur panjang bergelimang dengan dosa. Mereka was-was kalau saja bertambahnya umur akan menambah dosa-dosanya, oleh karena itu mereka lebih suka kematian datang diawal-awal.

4 Golongan manusia yang ridha atas keputusan TuhanNya, kapan, dimana dan bagaimanapun kematiannya mereka selalu siap.

Mengingat kematian adalah sebagian dari keimanan seseorang, apakah mereka sedang dalam keadaan sedih, senang, bahagia, gembira atau sedang menikmati keindahan malam dengan bintang dan bulan dilangit. Atau sedang menikmati tidur di hotel mewah bersama pasangan yang aduhai, menikmati makanan terlezat seperti ikan salmon atau minuman anggur. Dalam situasi seperti itu mereka masih ingat akan kematian, termasuk sedang asyik ngopasiana. Kematian adalah perampas kesenangan dunia, dengan mengingat kematian kita akan membatasi kesenangan dunia. So kita termasuk yang mana ?

ORANG CERDIK INGAT MATI

Jadi, semua orang akan mati; engkau telah melihat dan mendengarnya. Orang yang bahagia adalah orang yang selalu mengambil peringatan dari orang lain atau mungkin engkau lupa akan ungkapan populer: "Cukuplah kematian sebagai pemberi nasehat"

Suatu hal yang patut kita renungi adalah bekal kita untuk menghadapi kematian ini. Seorang yang cerdik akan mempersiapkan berbagai amalan yang dapat menyelamatkan dirinya dari huru-hara kematian, dan padang mahsyar.
Nabi -Shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda,

"Mukmin yang paling cerdik adalah yang paling banyak mengingat mati, dan paling baik persiapannya untuk mati. Itulah orang cerdik". [HR. Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4259). Di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (1384)]

kenapa harus takut menghadapi kematian? Semua akan mati cepet atau lambat. Yang harus kita takutkan itu adalah apakah amal ibadah kita sudah cukup untuk dibawa mati?

Beribadah dan beramal shalih jangan ditunda-tunda, ingat hari esok kita belum tentu hidup!!!

Dua sahabat pergi mengantar jenazah ke pemakaman.
Dia berdiri berdekat sambil melihat jenazah mau di masukan ke lubang lahat.

Si A bertanya kepada sahabtnya Si B

A Berkata : "Menurutmu B, jika dia kembali hidup di dunia, apakah ia akan melakukan amal shalih?"

Si B menjawab: "Ya, pasti."

Si A menyambut perkataan itu dengan jawaban: "Jika ia sudah tidak mungkin hidup kembali di dunia untuk melakukan amal shalih, engkaulah yang seharusnya sekarang melakukan amal-amal shalih..."

Siap tidak siap kematian pasti akan datang setiap makhluk bernyawa
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati..." (Ali 'Imran [3] : 185)

"Katakanlah 'sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu" (Al-Jumu'ah [62]

"Sesungguhnya hanya kepada Rabbmulah kembali(mu)." (Al-Alaq [96]

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkanya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukanya." (Al-A'raf [5] : 34)

"Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Rabbmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya (Al-Insyiqâq [84] : 6)

"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang selalu kamu lari daripadanya." (Qâf [50] : 19)

"Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya." (Yâsîn [36] : 50]

Dan hendaklah setiap jiwa memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)." (Al-Hasyr: 18 )

Sungguh kematian adalah perkara bukan menakutkan bagi orang-orang yang beriman. Kematian merupakan ketentuan yang sangat berharga untuk bertemu dengan-Nya.

wallahu a'lam bish-shawab

Kamis, 06 Desember 2012

Ujian Itu Tanda Allah Masih Sayang Sama Kita.. Al Qur'an Menjawab

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh



KENAPA AKU DIUJI?
Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.


KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?
Surah Al-Baqarah ayat 216
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?
Surah Al-Imran ayat 139
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?
Surah Al-Imran ayat 200
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.
Surah Al-Baqarah ayat 45
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?
Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!
Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.
Surah An-Nisaa' ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.


Ketika Allah swt "greatly missed and very much in love"(sangat sayang dan sangat rindu) pada hamba-NYA, ia akan mengirimkan sebuah "hadiah istimewa" melalui malaikat Jibril yang isinya adalah "ujian & cobaan."

Dalam hadits qudsi Allah berfirman: "Pergilah pada hambaKU lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana AKU ingin mendengar rintihannya." (HR Thabrani dari Abu Umamah)

Pesan Hasan Al-Banna:
"Sesungguhnya amanah yang ada itu lebih banyak dari waktu yang tersedia, untuk itu bantulah saudaramu dalam menyelesaikannya serta sederhanakanlah apa yang bisa disederhanakan"
"Melangkah dengan "CINTA" , Mengharap dengan "ASA" , Menuju ISLAM "JAYA".....Amin".

Allahu Akbar !!!!!!!!


Wallahu a'lam bish-shawab