Opick - Assalamualaikum

Tampilkan postingan dengan label Ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikhlas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

SUKA PAMER : FENOMENA DI JARINGAN SOSIAL

Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Bisillaahirrahmaanirrahiim


Ini sering lewat di beranda(wall) facebook dan twitter penulis
Kali ini pengen nulis agak sedikit berbobot, tentang jejaring sosial #tsaaahhh :D
Ehm..ehm *benerinjilbab*
Di era modern sekarang ini dengan semakin berkembangnya hi-tech dan segala kecanggihannya melalui beraneka ragam gadget-gadget yang ditawarkan, jejaring sosial menjadi candu bagi seluruh lapisan masyarakat, dari anak kecil-Remaja-Dewasa-Orangtua-bahkan mungkin Lansia dengan berbagai latar belakang pendidikan, ekonomi, dan pekerjaan.
Aplikasi jejaring sosial pun semakin merebak dari mulai friendster (tua banget yak? :D ), facebook, twitter, google+, etc. Dengan semakin banyaknya jejaring sosial yang didukung oleh teknologi yg canggih, membuat tiap orang per orang semakin eksis di dunia maya dengan slogan:
“mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat”
Sebenernya dalam tulisan ini saya ingin lebih menyoroti dampak buruknya jejaring sosial tersebut, walaupun tak dapat dipungkiri ada juga manfaat dari penggunaan jejaring sosial ini. Kita sendiri yang menentukan mau dibawa kemana hubungan ini (eh salah :p) maksudnya kita sendiri yang menentukan pilihan dari dampak tersebut.
(oke cukup kalimat pendahuluannya :D )
Tulisan ini saya buat berdasarkan hasil pengamatan dari akun jejaring sosial milik saya sendiri, jadi sampelnya adalah teman-teman saya sendiri (kalo dari segi keilmuan, sampelnya pasti bias artinya tidak dapat mewakili seluruh populasi pengguna jejaring sosial #tsaaahhh gaya, heuheu :D ) Tapi kita asumsi kan saja, sampelnya mewakili rata-rata populasi *sok intelek*
Sejujurnya, yang ingin saya sampaikan adalah uneg-uneg dan kritik dari saya sebagai konsumen jejaring sosial yang selanjutnya semoga dapat menjadi bahan intropeksi bagi saya sendiri dan bagi para pengguna jejaring sosial.
Jadi begini, saya pribadi merasa bahwa jejaring sosial ini hampir sebagian besar digunakan sebagai ajang pamer   (ya ga? ya kan? ya dong? yang ngerasa ngaku!!) , baik disadari (maksudnya emang sengaja gituuu) atau tidak disadari, antara lain:
1. Pamer Wajah
Ini udah pasti karena hampir semua aplikasi jejaring sosial mengharuskan kita untuk mengunggah foto profil. Untuk para wanita dan pria sudah barang pasti akan berlomba-lomba memasang foto terbaik mereka untuk dipajang, dengan berbagai pose, berbagai latar, berbagai ekspresi.
2. Pamer Harta
Hal ini dapat dilihat dari status-status mereka di jejaring sosial, contoh: “haduh BB gue lagi rusak nih, untung masih ada Iphone gue” atau “Horeeee akhirnya punya IPAD 3 juga” atau “Si Jazzy lagi di bengkel nih untung MerC bokap ga kepake”  bisa juga dari status, album-album foto atau aplikasi check-in yg diberi nama sesuai dengan tempat, kota atau negara yg pernah dikunjungi, contoh: “bingung nih mau ngabisin duit, besok mau ke Newyork aaahh” atau “tas gue udah butut , weekend ini ajak nyokap ke london ah beli tas harrods” . “check-in @American Grill lunch bareng klien”  atau “check-in @hotel Marriot meeting”. Bahkan tanpa disengaja bisa dilihat dari gadget apa yang dipakai ketika mengupdate status (terlihat simbol-nya via apa)
3. Pamer Prestasi
Hal ini bisa dilihat juga dari status dan juga album yang diunduhnya sesuai dengan prestasi yang telah dicapainya. Prestasi disini   dapat berupa tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jabatan, dan kekuasaan. Contoh: “Alhamdulillaaahhh keterima juga di Harvard”  atau“Huaaaa ga sia2 belajar buat tes, lolos juga masuk BI”  atau “Duuuhh, nikmatnya hidup jadi DIRUT segala fasilitas dapet”  atau “belum tau aja siapa bokap gue, macem2 sama gue, gue aduin lo biar dipecat”
4. Pamer Kemesraan dan keharmonisan
Hal ini bisa dilihat dari status-status, wall to wall, dan mentionan mereka yang saling melontarkan ungkapan dan ucapan mesra ke pasangan mereka, didukung dengan album-album foto berdua dengan berbagai pose. contoh: “Makasih yah sayang udah nemenin aku tadi”  atau “Jadi terharu ngeliat pengorbanan kamu yg segitunya sama akuuuuhh, tenkyu beb luv u so much :* “  atau“Senangnya hari ini jalan2 sama hubbyku sayang” etc. Biasanya ini melanda hampir sebagian besar pasangan baru, entah baru pacaran, baru jadian, baru nikah, atau bahkan baru selingkuh.
Termasuk disini adalah pamer kehamilan dan pamer anak. Contoh: “Haduuuhh, udah 10 bulan tapi masih mual juga kalo makan” atau “terharu ngeliat suami rela2in nyari rujak ampe ujungkulon demi aku :’) “  atau “pinternya anakku baru 1 tahun udah bisa kayang”  dan juga album foto2 anak dengan berbagai ekspresi. Ini melanda bagi para ibu-ibu baru.
5. Pamer Kebaikan
Hal ini bisa dilihat dari status-status mereka, contoh: “Alhamdulillah hari ini bisa ngasih amal 1 juta ke pengemis” atau“Yes, target khatam quran 3x sehari bisa tercapai” atau ”aku udah terlalu baik dan sabar banget sama dia” atau ”gaji sebulan udah dialokasiin buat naik haji orang2 sekampung”, “aku tuh orangnya baik hati, tidak sombong, dan gemar menabung”, etc
6. Pamer Ekspresi
 Untuk kasus ini bisa berupa ekspresi bahagia, sedih, marah, ceria, kesel, badmood-goodmod, galau, etc. Ada yang statusnya bahagiaaaaa mulu, contoh:“Senangnya ada mas2 baik hati ngasih tempat duduk”  atau “Denganmu, dunia terasa indah tanpa henti”. Ada yang statusnya sedih-merana terus, contoh:“lebih baik aku mati kelindes becak daripada ditinggalin sama kamu” . Ada yang galauuuuuu mulu, contoh: “Rasanya hatiku hampa tanpamu” . Ada yang ngeluuuuuhhh mulu bawaannya, contoh:“Sial, udah dibela-belain lari2an, naik ojek, trus jadi atapers bukannya nyampe  kantor malah pingsan gue kestetrum” . Ada yang isinya marah-marah, menghujat dan memaki-maki orang, dll, contoh: “heran deh nih orang disebelah gue badannya bau banget kayaq bantargebang” atau“dasar kebon binatang ga punya otak ngeludah sembarangan” etc )
Yap, itulah jenis-jenis kegiatan pamer via jejaring sosial menurut saya. Termasuk jenis pamer yang manakah kitaaaa? tanyalah pada hati kita…..
Dan tolong bagi yang suka pamer wajah, kasihanilah mereka yang memiliki tampang pas-pasaan dan seadanya, hargai perasaan mereka…
Bagi yang suka pamer harta, tolong hargailah mereka yang hidupnya miskin, serba kekurangan,  duit pas-pasan, makan seadanya, hargai perasaan mereka…
Bagi yang suka pamer prestasi, tolong hargailah mereka yang otaknya pas-pasan, ga bisa sekolah, ngelamar kerja ditolak mulu, jadi bawahan tertindas, hargailah perasaan mereka…
Bagi yang suka pamer kemesraan dan keharmonisan, plissss tolong kasihanilah mereka yang jomblo bahkan melajang seumur hidup,  hargailah mereka yang terpisah dari keluarganya, hargailah mereka yang tak kunjung hamil, keguguran berkali-kali, belum dikaruniai anak bahkan ditakdirkan tidak punya anak, hargailah perasaan mereka…
Bagi yang suka pamer kebaikan, hargailah amal kebaikan dan ibadahmu sendiri, biarlah hanya engkau dan Tuhan yang tau, itu sudah lebih dari cukup supaya tak menjadi sia-sia nantinya.
Bagi yang suka pamer ekspresi, hargailah sesuatu dengan bijak, hargailah perasaan orang lain di sekitar kita :)
Kita tidak pernah benar-benar tahu isi hati dan keadaan teman-teman dan followers kita, jagalah perasaan mereka. Ketika kita pamer sesuatu bisa jadi tanpa disadari kita telah menyinggung dan menyakiti perasaan mereka. Terlebih ketika mereka punya penyakit hati seperti iri dan dengki, itu memang salah mereka, tapi kita menjadi lebih berdosa lagi kalo kita justru tambah ‘memanas-manasi’ mereka dengan sikap pamer kita.
“Jika tidak ingin dicubit, jangan mencubit. Jika ingin dihargai orang lain, makan hargailah orang lain”
Pada akhirnya semua tergantung dari niatan kita masing-masing, betul?
Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita sebagai bahan renungan kita bersama :)
Salam
piisss, loppphh, en gahuuuulll
nb: mohon maaf apabila terdapat kesamaan kata dan kalimat, ini semua murni rekayasa dan contoh yang dibuat sendiri oleh penulis. Percayalah contoh di atas tidak benar-benar persis ada di TL facebook atau twitter penulis :D 

wallahu a'lam bish-shawab

Rabu, 14 November 2012

Nasehat dan kritikan itu, merupakan sedekah yang teramat berharga bagi setiap muslim

Assalamu'alaikum Warahmatullah wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim




Bahkan orangtua, guru, sahabat serta atasan kita di kantor sering menasehati untuk me

nghindari mengeluarkan kata-kata yang kasar, menyakitkan, memojokkan, merendahkan, mempermalukan, serta untuk menghindari pula nada suara yang keras lagi berlebihan. Kita harus menjaga perilaku dan etika yang terbaik sehingga akan menyenangkan siapapun.

Sahabat, apa yang segera terlintas di benak kita ketika mendengar orang berkata, " saya ingin mengkritik saudara!" Biasanya, perasaan orang langsung menjadi tidak enak. Seakan-akan bakal ada penyerangan dan gangguan yang mengancam kehormatannya. Ia menganggap kritik sebagai penghinaan yang akan menurunkan harga dirinya dan mencemarkan nama baiknya. Lalu, muncullah reaksi pada diri kita baik berupa pikiran, perasaan maupun sikap tubuh secepatnya untuk membela diri daripada menikmati kritik itu sendiri. Kita cenderung sungkan menerimanya.

Apakah kita merasa takut dan terhina hanya karena dikoreksi. Persiapkan diri untuk menerima kenyataan bahwa koreksi itu tidak selalu harus sesuai keinginan kita. Ada kalanya benar isinya benar, caranya salah. Ada masanya isinya benar dan caranya pun benar. kadang terjadi, isinya salah caranya sudah benar. Dan yang tak mustahil, isinya salah juga caranya salah!

Dalam menerima kritik, kita butuh beberapa trik yang dapat membuat kritik itu efektif sebagai sarana pembangunan kemuliaan. Kita harus bisa memosisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi dan rindu dinasehati. Seperti rindunya kita melihat cermin agar penampilan kita selalu bagus.
  • Kritik itu penting
  • Kritik itu kunci kesuksesan dan kemajuan
  • Kritik membuka prestasi dan membuka derajat, dan kritik merupakan jalan untuk menuju lebih baik.

Kita harus berterima kasih atas kebaikan kritikannya tersebut dan jangan dilupakan pula selalu sertakan namanya dalam doa-doa kita. Semoga Allah SWT. membalas kebaikannya yang telah bersudi hati meluangkan waktu buat membantu perbaikan diri kita. Memaafkan kesalahannya, andaipun dia salah dalam menyampaikan kritik. Yang rugi adalah mereka yang salah dalam menyikapinya dan justru kehinaan itu ada pada orang yang tak mau memperbaiki diri setelah menerima kritikan.

Merasa diri tak sempurna itu wajar sebab memang selain menganugerahi kelebihan, Allah juga menitipkan hal yang kita sebut "kekurangan".

Yuk sahabat, kita niatkan bahwa kita menginginkan perubahan dan jangan merasa lebih tinggi atau lebih hebat. Mudah-mudahan kita menjadi orang yang beruntung dan mudah-mudahan Dia senantiasa mendekatkan kita dengan orang-orang yang mau dengan tulus memberikan kritikannya dan menganugerahi kita kelapangan hati untuk mendengar kritik. Dan semoga kerendahan hati juga dapat menjadi jalan keselamatan hidup kita. Kita harus amanah dengan ilmu dan pengalaman yang kita miliki agar orang lain bertambah ilmunya, wawasannya, pengalamannya. Bukankah sebuah kenikmatan tersendiri bila kita bisa berbuat sesuatu untuk orang lain dengan tulus dan ikhlas.

Sebuah Kritik Dapat Membantu Anda Untuk Berubah.

Orang-orang berpikiran positif selalu menjadikan kritik sebagai guru yang mengajari mereka, untuk menghindarkan diri dari risiko dan tindakan yang salah. Mereka akan memahami isi dan makna kritik yang disampaikan. Lalu, meresapi, mengintrospeksi, serta menjadikannya sebagai energi perbaikan kualitas dan integritas diri. Sebaliknya, orang-orang berpikiran negatif akan menanggapi kritik dengan marah dan cara-cara tidak terpuji. Mereka tidak akan pernah punya nurani dan akal sehat, untuk dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab dalam memahami, meresapi, atau pun menjadikan kritik sebagai bahan renungan untuk memperbaiki sikap, perilaku, kebiasaan, moral dan mental.

wallahu a'lam bish-shawab

Minggu, 23 September 2012

Orang Beriman Niscaya Lebih Cerdas Akalnya Dalam Bersikap, Bijaksana Bertindak

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim


    Saidina Othman Ibnu Affan r.a. berkata :

     Ciri-ciri orang bijaksana adalah ; 

    “Di antara tanda-tanda orang yang bijaksana ialah: Hatinya selalu basah dengan dzikrullah, kedua matanya menangis karena penyesalan terhadap dosa, segala perkara di hadapinya dengan sabar dan tabah, serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.”



1. Tidak Emosional, hal itu berarti orang yang temperamental, mudah marah, meledak-ledak, gampang tersinggung, sulit menjadi bijaksana dan hanya dapat menjadi bijak dengan pertolongan Allah dan kegigihan usaha untuk berubah, jadi orang yang bijak adalah orang yang terampil mengendalikan diri. Berhati-hatilah jika kita termasuk orang yang mudah marah maka jika bertindak biasanya cenderung tergesa-gesa. Orang-orang yang emosional tersinggung sedikit akan sibuk membela diri dan membalas menyerang, ini tidak bijaksana karena yang dicari adalah kemenangan pribadi bukan kebenaran itu sendiri. 

2. Tidak egois, orang yang egois jelas tidak akan dapat menjadi bijak, karena bijak itu pada dasarnya ingin kemaslahatan bersama, orang yang egois biasanya hanya menginginkan kebaikan untuk dirinya sendiri. Rasulullah selalu hidup dalam pengorbanan, begitu pula Indonesia dapat merdeka oleh orang-orang yang berjuang penuh pengorbanan. Orang yang bijak adalah orang yang mau berkorban untuk orang lain bukan mengorbankan orang lain untuk kepentingan dirinya sendiri. 

3. Suka cinta dan rindu pada nasihat, akan sangat bodoh jika kita masuk hutan tanpa bertanya kepada orang yang tahu mengenai hutan. Jika kita di beri nasihat seharusnya kita berterima kasih. Jika kita tersinggung karena di sebut bodoh maka seharusnya kita tersinggung jika disebut pintar karena itu tidak benar. Jika kita alergi terhadap kritik, saran, nasehat atau koreksi maka kita tidak akan bisa menjadi orang yang bijak. Jika seorang pemimpin alergi terhadap saran atau nasehat, bahkan memusuhi orang yang mengkritik, maka dia tidak akan pernah bisa memimpin dengan baik. 

4. Memiliki kasih sayang terhadap sesama, Rasa sayang yang ada diharapkan tetap berpijak pada rambu-rambu yang ada seperti ketegasan. Diriwayatkan bahwa orang yang dinasehati oleh Rasulullah secara bijak berbalik menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Orang-orang yang bijak akan sayang terhadap sesama. Berbeda dengan orang-orang yang hidup penuh dengan kebencian, dimana kepuasan bathinnya adalah menghancurkan orang lain. Pemimpin sebaiknya memiliki kasih sayang yang berlimpah tidak hanya pada waktu kampanye saja. Kasih sayangnya juga tidak hanya untuk satu pihak atau kelompok melainkan merata untuk semua golongan. 

5. Selalu berupaya membangun, Orang yang bijak tidak hanyut oleh masa lalu yang membuat lumpuh tetapi selalu menatap ke depan untuk memperbaiki segalanya. Orang yang bijak akan membangkitkan semangat orang yang lemah, menerangi sesuatu yang gelap. Jika melihat orang yang berdosa, maka ia akan bersemangat untuk mengajak orang tersebut untuk bertaubat. Orang yang bijak ingin membuat orang maju dan sangat tidak menyukai kehancuran dan kelumpuhan kecuali bagi kebathilan. Semangat orang yang bijak adalah semangat untuk maju tidak hanya untuk dirinya tetapi juga bagi orang lain disekitarnya.



     Makanya Belajarlah Jadi Orang Bijaksana,..Banyak Melihat Dengan Seksama Dan Banyak Mendengar dari Pada Banyak Bicara Yang Menimbulkan Bahaya Lisan.Pergunakan Otak Tanya ke Hati Kecil Kita Sebagai kontrol Dalam Setiap Tindakan(Perbutan) Serta Berkata dan Menulis.

Jadilah ORANG Bijaksana yang BERAKAL, yang seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya. Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan. Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan. Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya. Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.

"LISAN seorang BIJAKSANA yang BERAKAL berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya. Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam. Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya. Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap ILMU yang dia PELAJARI"

"Orang BIJAKSANA yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara. Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan".



wallahu a'lam bish-shawab 



By : Mencari Rezky




Rabu, 19 September 2012

PENGALAMAN ADALAH GURU SEJATIH

Assalamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim



PENGALAMAN ADALAH GURU SEJATIH ADA DUA MAKNA

Pengalaman adalah guru terbaik memiliki dua makna. Pengertian ini didasarkan pada apa yang terkandung dalam kata pengalaman itu sendiri. Kata pengalaman dapat diartikan sebagai bagian dari kejadian atau peristiwa dalam perjalanan hidup yang terjadi pada waktu yang telah lewat. Yang perlu digarisbawahi adalah apakah pengalaman itu merupakan suatu kejadian atau peristiwa yang menimpa diri sendiri atau orang lain? Berdasarkan pertanyaan ini, maka ungkapan Pengalaman adalah guru terbaik memiliki dua makna jika ditinjau dari segi orang yang tertimpa yaitu berdasarkan pengalaman diri sendiri dan pengalaman orang lain.

a. Pengalaman diri sendiri adalah guru terbaik

Ungkapan Pengalaman diri sendiri adalah guru terbaik dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa yang terjadi pada waktu yang telah lewat yang menimpa diri kita sendiri dan tidak menimpa orang lain, kemudian dari peristiwa atau kejadian itu kita jadikan sebagai pelajaran atau peringatan menuju langkah perjalanan hidup berikutnya.

Dalam memaknai ungkapan ini, sudah jelas bahwa kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan itu memang terjadi pada diri kita sendiri bukan atas kejadian atau peristiwa yang menimpa orang lain dan hanya diri kita yang merasakan dan diri kita sendiri yang menanggung akibatnya.

Mengacu pada ungkapan diatas, kejadian atau peristiwa tidak menyenangkan itu akan menjadi dasar kita untuk mengambil hikmah bahwa kita harus berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata, merencanakan dengan matang sebelum jauh melangkah dan mempertimbangkan kembali secara cermat. Tanpa perencanaan dan pertimbangan dalam menentukan langkah hidup, maka kemungkinan besar kita akan terjerumus pada kehidupan yang tidak menyenangkan dan keterpurukan. Sedangkan atas kejadian atau peristiwa yang menyenangkan, maka kita akan mengambil hikmah untuk selalu dan terus mengikuti langkah-langkah yang kita ambil sebelum kehidupan yang menyenangkan datang menimpa kita.

Dari uraian diatas, dapat penulis gambarkan bahwa kita belajar memaknai hidup dengan mempelajari dan mengambil hikmah dari kejadian atau peristiwa yang menimpa diri kita sendiri. Bila yang menimpa itu sesuatu yang menyenangkan, maka hal itu tidaklah masalah karena telah sesuai dengan apa yang kita harapkan sebelumnya. Akan tetapi bila yang menimpa diri kita adalah sesuatu yang tidak menyenangkan bahkan menyakitkan, maka hal itu akan selalu tertanam dalam benak kita sepanjang kita belum bisa melepaskannya.

b. Pengalaman orang lain adalah guru terbaik

Dalam menyingkap makna Pengalaman orang lain adalah guru terbaik maka pikiran yang ada dalam benak kita adalah kita melihat, mendengar dan berusaha semampu kita untuk merasakan apa yang orang lain rasakan. Sudah jelas bahwa pengertian dari ungkapan Pengalaman orang lain adalah guru terbaik yaitu suatu kejadian atau peristiwa yang telah menimpa orang lain kemudian kita belajar dari pengalaman tersebut sebagai bekal kita dalam mengarungi perjalanan hidup kita sendiri. Dengan kata lain, kejadian atau peristiwa itu sama sekali belum menimpa diri kita dan kita sama sekali belum merasakannya.

Bila yang menimpa itu adalah sesuatu yang menyenangkan maka hal itu tidak akan menjadikan masalah bagi kita melainkan hanya sebagai motivasi dan pelajaran bagaimana caranya kita dapat menggapai harapan diri kita sendiri dengan belajar dari pengalaman orang lain.

Lain halnya bila yang menimpa itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, maka keberuntungan kita yaitu dapat belajar dari pengalaman orang lain sebelum sesuatu yang tidak menyenangkan itu menimpa diri kita. Dengan demikian kita akan selalu hati-hati dan waspada dalam menyikapi dan mengambil langkah kita selanjutnya. Kita akan selalu berusaha untuk melakukan persiapan dan perencanaan yang lebih baik agar terhindar dari rasa sakit dan keterpurukan.


 C. Jadikan kekeliruan pada masa lalu sebagai pelajaran

Simpan masa lalu ! Ambillah pelajaran untuk masa depan yang lebih baik! Dengan begitu, kita menjadi waspada dan melakukan perbaikan terhadap sesuatu yang pernah terjadi. Saatnya untuk melangkah, membuka pikiran positif bahwa ada masa dep
an yang lebih baik sedang menunggu di depan !

Orang yang ikhlas dengan kegagalan atau masa lalu buruk yang pernah di alaminya, lalu di susul dengan pikiran positif terhadap masa yang akan datang, sama dengan memberikan stimulus terhadap diri sendiri, mempunyai dorongan dan keyakinan bahwa sesuatu yang akan di inginkan akan terwujud. Sikap tersebut mampu menjadi pemompa yang melengkapi tindakan nyata menuju sukses.

Pepatah mengatakan bahwa masa lalu adalah guru, terlebih kegagalan, yang dengannya kita bisa memetik pelajaran apa yang harus dan jangan sampai dilakukan! Insya Allah, dari ketidakberhasilan pada masa lalu, terbentang kesusksesan di masa yang akan datang.


MANA YANG TERBAIK DARI KEDUANYA ?




Bila kita harus memilih ungkapan mana yang sebaiknya kita ambil dalam menentukan prinsip hidup kita? Sepintas pertanyaan ini mungkin mudah, tapi dalam prakteknya mungkin akan tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan. Poin dari pertanyaan ini sebenarnya akan lebih dominan pada sesuatu yang tidak menyenangkan, karena untuk sesuatu yang menyenangkan kita hanya tinggal belajar dari diri kita sendiri dan melihat perjalanan orang lain kemudian memahami dan mempraktekkannya dalam perjalanan berikutnya. Berbeda dengan sesuatu yang menyenangkan, dalam hal sesuatu yang menimpa hidup kita itu adalah sesuatu yang tidak menyenangkan, menyedihkan bahkan menyakitkan, maka kita akan dihadapkan pada efek fisik dan psikis yang membahayakan.

Dibawah ini merupakan gambaran dari pilihan, bila kita harus memilih salah satu dari ungkapan diatas. Gambaran ini hanya penegasan atas kejadian atau peristiwa yang tidak menyenangkan saja.

Bila kita memilih Pengalaman diri sendiri adalah guru yang terbaik maka berarti kita mempelajari setiap langkah yang telah kita lakukan, mengingatnya dalam pikiran kita dan mempraktekkanya kembali dalam langkah selanjutnya. Bila sesuatu yang tidak menyenangkan itu menimpa diri kita, maka kita akan belajar bagaimana caranya agar tidak menimpa untuk kedua kalinya. Pengalaman ini sudah jelas kita sendiri yang mengalaminya, kita sendiri yang merasakan sakitnya dan kita sendiri yang menanggung akibatnya. Kita baru belajar setelah kajadian itu secara nyata menimpa diri kita. Apakah kita tidak memiliki potensi untuk menghindarkan diri kita dari sesuatu yang tidak menyenangkan dengan melihat pengalaman orang lain ? Bukankah manusia telah dianugerahi kelebihan pikiran untuk membaca lingkungan di sekitar kita? Apakah kita akan membiarkan diri kita tertimpa sesuatu yang tidak menyenangkan setelah semuanya terjadi pada orang lain? Semuanya adalah tergantung kita memilih prinsip hidup kita terutama dalam menyikapi makna Pengalaman adalah guru yang terbaik.
Bila kita memilih Pengalaman orang lain adalah guru terbaik maka berarti kita membaca, mempelajari dan berpikir atas kejadian atau peristiwa yang menimpa orang lain dan menjadikannya sebagai pengingat agar sesuatu yang tidak menyenangkan itu tidak menimpa diri kita. Adalah suatu keuntungan bila kita dapat belajar dari pengalaman orang lain, karena menjadikan kita akan lebih hati-hati dan cermat dalam mengambil langkah hidup kita. Kita bisa belajar dari orang-orang yang telah sukses dan menemukan kedamaian hidupnya, tetapi kita juga bisa belajar agar terhindar dari keterpurukan seperti yang telah lebih dulu menimpa orang lain. Bila kita telah belajar dari keberhasilan seseorang, bukankah itu adalah suatu keuntungan besar buat kita? Bila kita telah belajar dari seseorang yang telah tertimpa sesuatu yang tidak menyenangkan, bukankah itu suatu pelajaran berharga agar kita terhindar dari keburukan itu? Apakah kita masih akan membiarkan diri kita tertimpa sesuatu yang tidak menyenangkan setelah orang lain merasakan betapa sakit dan sedihnya? Maka, belajarlah dari pengalaman orang lain sebelum sesuatu yang tidak menyenangkan menimpa diri kita.

Dari gambaran diatas, tentunya kita bisa menentukan prinsip hidup yang manakah yang akan kita ambil. Penulis tidak akan mengarahkan pada pilihan tertentu, karena semuanya tergantung pada diri Anda masing-masing. Lain orang maka lain pula cara berpikir dan mengambil keputusannya. Semuanya tergantung pada hati nurani dan akal pikiran Anda.

Kedua ungkapan tersebut pada dasarnya tidak bisa dipisahkan, mengapa? karena keduanya mungkin bisa terjadi dalam hidup kita, seperti halnya kebaikan dan keburukan yang selalu silih berganti menimpa setiap manusia. Hanya saja manusia dengan segala kelebihan yang telah dianugerahkan, bisa menentukan mana yang terbaik diantara yang baik. Bukankah hidup ini adalah pilihan?


 

Semoga kita senantiasa terhindar dari sesuatu yang tidak menyenangkan dan keburukan yang tidak diinginkan. Dan tetap bersabar dan ihlas jika memang keburukan itu menimpa diri kita terlebih dahulu. Prinsip hidup kita akan menentukan kondisi harapan kita pada masa yang akan datang. Berusahalah terhindar dari sesuatu yang tidak menyenangkan dengan belajar mengkaji dari pengalaman orang lain.




Wallahu A'lam Bish-shawab


By : Mencari Rezky

Senin, 17 September 2012

~°~ Catatan Terindah Lukisan Hati ~°~

Bismillahirrahmanirrahim

*Catatan Terindah Seorang Abang Ku* 

Buatlah hidup ini lebih berarti meski hati sendiri sedang bersedih... 
Buatlah Mentari hari lebih cerah meski langit sedang mendung.... 
Buatlah Disetiap langkah ini lebih berarti untuk orang lain tanpa harus melihat siapa mereka....!!! 

Kutipan_MotivasiKu.

 "Masih bisa kah aku melihat mentari esok hari ?!
"masih bisa kah aku bernafas?!
"dan masih bisa kah aku melangkah dengan semua tenaga ku yang kuat?!".
jawabannya (Wallahu a'lam bish-shawab) karena hanya DIA yang Maha mengtahui...!!!
aku tak tahu besok apa nanti mata Ini kan tertutup.
tertidur ditempat yang baru.dan aku tak tahu pula apakah yang ku lakukan disebuah kehidupan ini pernah menjadi yang terbaik untuk orang lain dan diriku¿?!
Yaa Ilahi Rabbii izinkan aku menatah arti sebuah kehidupan yang baru walaupun hanya sesaat biarkan aku menjadi sebuah motivasi bagi orang disekeliling ku.
kutipan_doaku Dan Manusia pergi meninggalkan dunia yang tersisa ialah cerita atas dasar kebaikan atau keburukan semasa hidup.!!
~°~
Jkt 8/6/12. 

Ku Menatap Seorang yang gagah kuat, bersahaja,baik dan soleh!!
kini hanya terbujur kaku didalam tidurnya tersenyum manis dengan tenang.seakan tiada beban lagi dipundak nya.
Aku bahagia melihat nya selesai sudah tiada rasa sakit yang dia rasakan.mau menangis dan meratapi seakan semuanya tidak ikhlas yang ada malah menambah beban perjalanan dirinya menuju kehidupan yang sesungguhnya...
Yaa Allahu Rabbii sekarang dia kembali padaMu dan dia adalah milikMu tuntas semua apa yang Engkau gariskan untuknya!!
Doa ku selalu terpanjat untuk mu wahai saudara ku!!.
Alm_PratamaGunawan

~°~ Langit ~°~
Langit hamparan luas tiada berhujung..
Langit lukisan terindah pemberi warna perputaran bumi....
Langit kadang tergores sesuai isi hati Mendung,Terik dan Sejuk! Ku tatap dalam" Wahai engkau lukisan yang Maha Kuasa...
Memandang sejauh kaki melangkah tanpa menyentuh aksaramu Yaa Ilahi... Langit siang ini dirimu menyapa ku dengan matahari yang kadang terik dan membakar hatiku...
Yaa Ilahi Rabb Langit Mu masih dapat ku tatap dalam" dan helaan nafas ku masih mengikuti perputaran dalam kehidupan ini.!!
Langit Malam ini dirimu menyapa ku dengan Rembulan berhiaskan Bintang".. Pemberi kesejukan dan menenangkan hatiku.
Dan Langit masih bisakah esok aku dapat melihat dalamnya hamparan lukisan yang Maha Kuasa??!
yang terlukis sejuta misteri dihidup ku....!
 ~°~ Waktu ~°~
Waktu Berputar pada Porosnya kata seorang "Ilmuan"...
Waktu Berputar dan Takan terulang dengan 1 kata yang sama itu kata seorang "Pujangga Cinta"...
Dan Kata ku Waktu adalah Harapan ketika Allah Azzawajalla masih mengizinkan aku untuk bernafas dan memberikan yang terbaik dari apa yang aku bisa... dan itulah Waktu...!! 

***
Catatan takdir hanya sampai diumur 29th. tiada tahu itulah akhir dari sebuah kehidupan...
terkesan manis singkat penuh arti berjiwa seorang kesatria pelindung keluarga jiwanya yang selalu apa adanya tanpa harus menutupi kekurangan diri lebih dari apa adanya.!!
(Aku Bangga padamu wahai saudara ku). jakarta 28/01/1983.
Lahir dengan Sempurna dari apa yang di Ciptakan oleh Sang Maha Pemilik Ragawi..
Kumandang adzan subuh dia lahir dengan sesuai harapan kedua orang tua.
Adzan Berkumandang ditelinga nya seruan Takbir menghiasi kedatangan nya
"Pratama Gunawan"
Anak pertama yang tangguh jujur dan menawan hee hee itu kata alm...
*** 

Singkat Cerita 4bulan sebelum dia Tiada !!
aku begitu dekat dengan nya dari aku kecil hingga umur ku 23thn dan aku merasakan begitu mengenal sosok nya!! "Pratama Gunawan". seorang abang yang selalu menjaga keluarganya banyak pelajaran yang dia toreh kan untuk ku!! meski jarak umur ku cukup jauh tapi dia mengajarkan ku untuk bisa mengartikan kehidupan dengan bijaksana!! dari kecil hingga diumurnya 29thn. belajar dari seorang bunda yang selalu mengajarkan arti kehidupan kepada ku dari makna hal yang terkecil hingga makna hal yang terbesar dan ayah yang selalu mengajarkan aku arti sebuah kemandirian dari apa yang dirimu lihat disekitar mu... "seorang anak akan belajar dari apa yang di didik oleh kedua orangtuanya"!! aku bangga padamu."bang"! Penyakit yang kau derita bukan menjadi beban untuk mu malah menjadi kekuatan tak pernah mengeluh hanya tawakal yang kau tunjukkan kepada kami keluarga mu!! (aku bangga nama mu melambangkan sifat pribadi mu "Pratama Gunawan") 4bulan sifat mu berbeda pada keluarga terutama aku sebagai adik amat sangat merasakan sifat mu berbeda tidak banyak omong hanya ibadah dan memendam sebuah rasa cinta kepada seseorang Akhwat... !! "first love" heee baru x ini abang suka sama seseorang biasanya cuma keluarga,kuliah sama pekerjaan yang dipikirin...
tapi yang ku tahu cinta itu tak terungkap hanya bait puisi yang tertulis di dalam sebuah folder laptop yang aku ketemui.

~°~ Adinda ~°~
Nama mu tertulis di dalam sebuah lubuk hatiku...
 tersimpan ketika aku berusaha mencintai karena allah...
tak dapat ku sentuh sebuah hati.
karena aku hanya bungkap tanpa arti namun doa ku terpanjat untuk mu...
Adinda dirimu lukisan terindah penguat hatiku ingin ku sentuh disebuah arti cinta di hadapan ilahi rabbii..
namun apa daya masih bisakah aku menatap senyum manis mu esok hari...
jakarta.8/4/12 
subhanallah ternyata abang memendam sebuah rasa cinta terhadap orang lain bodoh nya aku sebagai adik tak mengerti...!! (penyesalan ku). waktu.. terlewati disaat semua tak bisa terulang!! terbalut rapi abang menyembunyikan sebuah rasa cinta terhadap orang lain...!! 4bulan seakan ada kekuatan baru untuk menatap senyum esok hari!! epilog:!! "Bunda Abang mau koq ikut terapi biar cepat sembuh karena abang yakin masih bisa menatap matahari esok"!! kata itu yang ku ingat ketika semangatnya hadir atas sebuah nama cinta ilahi... mungkin sebagai adik aku bingung tapi itulah "Pratama Gunawan" yang selalu buat orang lain berkesan. abang ikut terapi selama 2bulan ada kemajuan dari penyakit leukemia nya aku senang mendengar nya.di 3bulan terakhir setelah ikut terapi anehnya abang bilang untuk berhenti karena dia bilang agak sudah baik kan. ia aku lihat memang fisik nya sehat tapi tidak dengan hatinya abang masih memikirkan arti cinta yang sesungguhnya..

 jkt 19/5/12 ada puisi yang dia tulis 1bulan sebelum dia pergi dengan semua cerita dihatinya...
 ~°~ Bidadari Perindu Surga ~°~.
Yaa Ilahi Rabbii DiriMu menciptakan seorang hamba yang begitu cantik..
seorang bidadari yang mengajarkan aku arti mencintai karena mu...
Yaa Ilahi Rabbii andai sebuah kata terucap atas namaMu dalam balutan ijab kabul...
kan ku jadikan dia Seorang Bidadari Perindu Surga Mu...
Namun apakah dapat ku raih dan ku sentuh sedikit angan ku..
tapi apa daya ku hanya doa yang tersimpan Yaa Ilahi Rabbii Engkau Yang Maha mengtahui hatiku saat ini.. biarlah Seorang Bidadari Perindu Surga itu selalu ada dalam balutan doa ku ketika aku merindukan nya!!
 by': Pratama Gunawan. 

Seminggu setelah puisi itu tertulis abang masuk rumah sakit dia anfal... sampai 2minggu tapi alhamdulilah abang sadar dan masih tersenyum menatap ku juga keluarga ku.. Namun kenyataan berkata lain dan kehendak Ilahi Rabbii pun berbicara lain baru 15hari dirumah.jkt 4/6/12 entah apa yang terjadi pada waktu malam itu!! tapi yang ku lihat paginya abang ku pingsan di atas sajadah mulut nya mengeluarkan darah... hufft semua orang panik termasuk aku dan bunda menangisi nya! padahal kemarin sore abang masih bercanda dengan ku bercerita tentang apa yang dia rasakan kepada seorang Akhwat!! Masyaallah lagi" aku harus melihat dirinya dengan badan yang gagah sekarang hanya penuh dengan selang infus.! allahuakbar aku tak sanggup melihat nya...!! dua hari yang terlihat perkembangan nya nihil hanya ada kebisuan dinding RS sakit dan Lantunan ayat suci al quran yang ku dengar.. tapi aku dan keluarga ku takkan berhenti bermunajat semoga ada mukjizat untuk kesadaran abang.. alhamdulilah di hari ke 3 abang ku sadar walaupun hanya membuka mata dan menatap ku bunda juga ayah'!! bunda senang tiada berhenti bertakbir dan abang sedikit menangis tetesan air mata yang mengalir membasahi pipinya dan aku memeluk nya seakan hari itu aku begitu amat sangat merindukan nya tak ingin ku lepas walaupun sedetik... tapi kata dokter Kirana kasihan abang mu gak bisa nafas'! hufft aku sedih. ntah kenapa wajah abang berbeda yang ku lihat begitu merona ada sesuatu yang membuat aku sangat takjub!! cuma 1permintaan nya bacain abang surat yasin yah abang mau dengar de biar kamu yang baca sekalian jadi anak yang baik yah dengar pesan bunda sama ayah yah de'manis ^_^ allahuakbar kenapa hatiku sesak nya rasanya seakan ingin menangis namun tertahan dihatiku aku hanya menjawab semua pertanyaan nya dengan #iya_bang!! bunda tak henti terus-menerus menyuruh abang dzikiran aku juga melihat dia tetap berdzikir. semakin lama wajahnya semakin pucat badannya juga dingin.!! tak sadar pula diriku ternyata sudah jam 3 pagi tepat tgl 8/6/12. abang bangun masih sempat sholat istikarah juga tahajud walaupun tayamum tetap dia ibadah.!! allahuakbar menetes air mata seakan tak sanggup melihat sehabis sholat dan sempat memberikan salam dan tersenyum padaku juga bunda. Yaa Allah Yaa Rahman mungkin kah senyum itu terakhir yang ku lihat... Astagfirullah ternyata benar senyum itu senyum terakhir dari abang ku... Yaa Allah aku ikhlas dia tidur dengan semua kebahagian yang dibawa bersama mu tidur lah wahai abang ku yang gagah dan kuat juga menawan hee itu katamu kan?! (senyum ku diatas air mata) bawalah semua catatan terindah yang tertulis dilaptop mu wahai "Pratama Gunawan" inilah kisah mu jkt 16/9/12 dan semua catatan terindah mu kan selalu ku ingat

by': Kirana Aprilia Larasatie. ^_^

Senin, 10 September 2012

Emang Sulit Menyatakan IKHLAS?,..Ikhlas itu mudah di ucapakan, tapi sulit dilakasanakan.

Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Bismillahirrahmanirrahim

Sulit Menyatakan IKHLAS?,..Ikhlas itu mudah di ucapakan, tapi sulit dilakasanakan. Pertanya ini sering kita dengar dan mungkin hanya menjadi jawaban dalam diri kita masing-masing. Ikhlas bukan perkara gampang dalam melakukan sesuatau perbuatan. Perjuangan menuju Ke-IKHLASAN selalu bersinggungan dengan pergolakan BATIN  dan KEIMANAN  seseorang. Sebab fitrah kita sebagai manusia seringkali ingin mendapat nilai atau mengharapakan PUJIAN dan BALASAN dari sesuatu yang kita kerjakan(hehehe...tidak mau rugi kale dan tidak mau menerima). Tidak ada formula khusus yang bisa dirumuskan dari ikhlas, kecuali BERUSAHA dan MENCOBA dengan bersikap ikhals, memiliki IMAN dan KEPERCAYAAN pada diri sendiri

Lalu apa makna / arti dari kata IKHLAS. makana ikhlas secara bahasa, ikhlas berasal dari kata KHALASHA yang berarti BERSIH atau MURNI. Secara istilah ikhlas yaitu suatu perbutan yang dilakukan tanpa sebuah angan-angan atau sesuatu yang dipikirkan, berarti membersihkan hati dari maksud selain mengharap ridho Allah Azza Wa Jalla, atau tidak tidak mengaharapkan imbalan dari orang lain. Perbuatan Ikhlas dibarengi pula dengan keyakinan atas perbutan dan tidakan memiliki keinginan untuk menarik kembali apa yang telah ia berikan dan ia lakukan.

Dalam hidup ini, sering kita dihadapakan pada kenyataan yang memakasa kita untuk bersikap ikhlas. Ikhlas meminta dan memberi maaf, ikhlas menerima kemarahan dari orang tua, pasangan kita ( dibaca Nikah, bukan Pacaran...hehehe) atau atasan atau orang yang tidak kita kenal sama sekali. Ikhlas atas kehilang suatu harta benda atau ikhlas ditinggal pergi anak dan istri( yang sudah berkeluarga lho!!!) atau ditinggal kedua orang kita. Ikhlas diberi hadiah kecil(mungkin tidak sesuai dengan yang kita harapkan) dan berbagai bentuk keterpaksanikhlas lainya yang kadang bukan porsi kita. Bahkan kita juga tidak bisa menerima taqdir yang dialamatkan dalam hidup kita. Ikhlas yang dipaksakan atau berat hati( jangan marah dan kecewa ya....kadang-kadang kemarahan dan kecewaan ditulis di akun FB ,...hmm ^_^ supaya dibaca orang untuk dapat perhatian....hehehe)

Pada sisi yang lain, kita juga perna dihadapkan pada perbutan yang awalnya sudah kita lakukan dengan ikhlas tapi akhirnya berubah tidak ikhlas. kita ikhlas memberi dan berbuat tetapi orang yang menerima melontarkan ketidakpuasan( hmmm,...termasuk saya dalam menulis di dunia maya ini, tidak semua mau orang menerima nasehat yang disampaikan yaitu sebuah kebenaran yang berasal dari Alllah SWT) hingga berbentuk ke-ikhlasan kita-pun berubah menjadi ke-engganan. Berbutan ikhlas memang banyak godaan dan ujiannya.

Benarkah ikhlas itu rahasia antara pelaku dengan Allah SWT ?. Siapa pun tidak dapat mengetahui dengan pasti apakah seseorang itu ikhlas atau tidak. IKHLAS ITU TIDAK PERLU DIUCAPKAN, hanya Allah SWT berkenan memperlihatkan dampak atau akibat dari ke-ikhlasan seseorang tersebut kepada manusia-manusia sekitarnya, sehingga orang-orang akan dengan mudah mengetahui ke-ikhlasan dari seseorang

Lalu bagaimana caranya supaya kita belajar ikhlas ?  Mencoba dan berusaha melakukan sesuatu dengan hati, jangan mencoba berusaha keras untuk menjadi seperti yang orang lain pikirkan untuk tebar pesona, jangan melakukan dan mengatakan ikhlas( bila ditanya ke-ikhlas kta,..lebih baik mengucapakan wallahu a'lam bish-shawab), kecuali jika kamu percaya bahwa itu keluar dari hati atau sesuia dengan hati nurani yang bersih dan murni. Tetaplah berusaha tenang ketika orang lain memuji ke-ikhlasanmu (kalua dipuji  kita berdoa, Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa:"Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)". (HR. Al-Bukhari) Nabi Saw. kemudian berdoa: "Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira." (HR. Al-Bukhari) ) sebab ujian ke-ikhlasan sering kali datang pergolakan bathin dalam diri kita sendiri.

CARA MENJAGA AMALAN GAR TETAP IKHLAS

1. Banyak berdo'a
Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdo'a kepada Allah SWT

2. Menyembunyikan Amal Kebaikan
Hal ini yang dapat mendorong seseorang agar lebih ikhlas adalah menyembunyikan amal kebaikan. Yakni dia menyembunyikann amal-amal kebaikan yang disyariatkan dan lebih utama untuk disembunyikan ( seperti shalat sunnah, puasa sunnah[ tapi kalau kita lagi puasa sunnah teman...bagus bilang "maaf saya lagi puasa " HR. Bukhari dan Muslim] dan lain-lain). Amal kebaikan yang dilakuakan tanpa diketahui  orang lain lebih diharapkan amal tersebut ikhlas, karena tidak ada yang mendorongnya untuk melakukan hal tersebut kecuali hanya karena allah semata.

3. Memandang Rendah Amal Kebaikan
Memandang rendah amal kebaikan yang kita lakukan dapat mendorong kita agar amal perbuatan kita tersebut lebih ikhlas. Di antara bencana yang dialami seorang hambah adalah ketika ia merasa ridha dengan amal kebaikan yang dilakuakan, di mana hal ini dapat menyeretnya kedalam perbutan ujub(berbangga diri) yang menyebabkan rusaknya ke-ikhlasan. Semaking ujub seorang terhadap amal kebaikan yang dia lakukan, maka semakin kecil dan rusak ke-ikhlasan dari amal tersebut

4. Takut akan Tidak Diterima Amal
Tidak Terpengaruh Oleh Perkataan Manusia. Pujian dan perkataan orang lain terhadap seseorang merupakan suatu hal yang pada umumnya disenangi oleh manusia. Jangan engakau jadikan pujian atau celaan orang lain sebagai sebab engkau beramal saleh. Karena hal tersebut bukanlah termasuk perbuatan ikhlas. Seorang mukmin yang ikhlas adalah seorang yang tidak terpengaruh oleh pujian maupun ketika ia beramal saleh.

5. Menyadari Bahwa Manusia Bukanlah Pemilik Surga dan Neraka
Sesungguhnya apabila seorang hanba menyadari bahwa orang-orang yang jadikan sebagai tujuan amalnya itu(baik karena ingin pujian amupun kedudukan yang tinggi di antara mereka), akan sama-sama dihisab oleh Allah SWT, sama-sama akan berdiri di padang mahsyar dalam keadaan takut dan telanjang, sama-sama akan menunggu keputusan untuk di masukan ke SURGA atau NERAKA?

 wallahu a'lam bish-shawab

By : Mencari Rezky

Sabtu, 08 September 2012

Ketika Allah swt "greatly missed and very much in love"(sangat sayang dan sangat rindu) pada hamba-NYA,

Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Bismillahirrahmanirrahim

Kasih sayang dapat diwujudkan dengan berbagai macam cara. Ada orang yang menunjukkan rasa sayangnya dengan terus memberikan perhatiannya. Ada pula orang yang menunjukkan rasa sayangnya dengan membelikan beraneka ragam benda yang disukai orang yang ia sayangi. Ada juga yang menunjukkannya dengan sering mengganggu atau mengusili ‘sayang’nya (biasanya kakak laki-laki, hehe…) Namun, ada pula yang menunjukkan rasa sayangnya dengan terus mengekang atau mengurung sang tersayang agar ia aman dari segala macam bahaya.

Atau bahkan ada yang tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya kepada orang yang ia sayangi. Trus, kalo’ kasih sayang Allah itu wujudnya seperti apa? Apakah dengan melimpahnya harta benda. Atau dengan kekuasaan? Atau kecantikan dan ketampanan yang kita miliki? Itukah tanda kasih sayang Allah kepada hambaNya?

Ketika Allah swt "greatly missed and very much in love"(sangat sayang dan sangat rindu) pada hamba-NYA, ia akan mengirimkan sebuah "hadiah istimewa" melalui malaikat Jibril yang isinya adalah "ujian & cobaan."


Dalam hadits qudsi Allah berfirman: "Pergilah pada hambaKU lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana AKU ingin mendengar rintihannya." (HR Thabrani dari Abu Umamah)

 

Dalam Q.S. Al Fajr:15-17 disebutkan,Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku” Sekali-kali tidak (demikian)(Q.S. Al Fajr : 15-17)

Kesenangan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada seorang hamba belum tentu menjadi sebuah pertanda bahwa Allah menyayanginya. Begitu juga sebaliknya, kesulitan serta cobaan yang Allah berikan belum tentu menjadi wujud kebencian Ia kepada kita. Jadi jangan GR dulu dan buru-buru merasa kalo’ ente pade dah disayang ama Allah. Kita kaji dulu beberapa tanda kasih sayang Allah kepada kita melalui pedoman hidup kita. Al-Quran dan hadits Rasulullah.

UJIAN DAN COBAAN SEBAGAI BUKTI CINTA TUHAN

Apabila Allah Swt secara khusus menyayangi seorang hamba-Nya, niscaya Dia akan menhadapkannya pada berbagai kesulitan dan kesusahan. Imam Muhammad al-Baqir as berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan ujian dan cobaan kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada isterinya dengan hadiah yang dirahasiakan (disembunyikan)-nya.” 1]

Atau dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba tersebut ke dalam cobaan.” 2]

Hal ini bisa dicontohkan dengan seorang pelatih renang. Sewaktu ia diminta untuk melatih seseorang agar bisa berenang, maka ia akan melatih orang tersebut dengan mengerahkan segenap kemampuannya agar orang itu bisa berenang. Sama saja dengan Allah SwT ketika mencintai seorang hamba, maka Dia akan mendidiknya – untuk mencapai kesempurnaan – dengan mengujinya dengan berbagai cobaan.

Seseorang yang ingin pandai berenang, tetapi hanya bermodal dengan membaca buku teori renang tanpa menceburkan dirinya ke kolam renang, pasti seumur hidupnya ia tidak akan pernah bisa berenang. Seseorang yang sungguh-sungguh ingin pandai berenang harus berada di dalam air dan berlatih dengan mencoba bertarung dengan air agar tidak tenggelam.

Bahkan kadang-kadang seseorang yang sedang belajar berenang harus menghadapi maut ketika ia berenang jauh ke tengah laut. Tidak bisa tidak seseorang harus pernah menghadapi kesulitan-kesulitan sejak ia berada di dunia ini, sehingga ia bisa belajar menyelamatkan diri darinya. Ia harus pernah menghadapi kesukaran-kesukaran hidup, sehingga ia menjadi lebih dewasa dan matang. 3]

TIIDAK ADA KEBAIKAN BAGI ORANG YANG TIDAK PERNAH DITIMPA MUSIBAH

Suatu hari, Rasulullah saw diundang ke rumah salah seorang Muslim. Sewaktu beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak jatuh, dan kalaupun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya Rasulullah saw melihat kejadian tersebut.

Karena itu, pemilik rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya Rasulullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya saya selama ini tidak pernah sakit”

Rasulullah segera meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, “Barangsiapa yang tidak pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.” 4]

SEMAKIN TINGGI TINGKAT SPIRITUAL SESEORANG SEMAKIN BERAT UJIANNYA

Diriwayatkan bahwa Imam Al-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya disebutkan di dalam kitab ‘Ali bahwa yang paling berat cobaannya di antara semua manusia adalah para nabi, dan setelah mereka adalah para washiy (para Imam Ahlul Bait as), dan setelah mereka adalah orang-orang pilihan yang seperti mereka. Sungguh orang mukmin pasti mengalami cobaan sesuai dengan kadar amal baiknya. Maka, orang yang baik agamanya dan baik pula amalnya akan lebih berat cobaannya. Hal itu disebabkan Allah SwT tidak menjadikan dunia ini sebagai tempat memberi pahala bagi orang mukmin dan tempat menyiksa orang yang ingkar. Dan orang yang lemah imannya dan buruk amalnya, akan lebih ringan cobaannya. Sesungguhnya, cobaan itu menimpa orang beriman lebih cepat daripada air hujan yang turun ke bumi.” 5]

Sesungguhnya manusia yang paling keras cobaannya ialah para Nabi, kemudian orang-orang setelah mereka, dan selanjutnya orang-orang setelah mereka yang layak mendapatkan cobaan seperti mereka. Para penyusun kitab-kitab hadis, membuat bab khusus mengenai kerasnya cobaan yang dihadapi oleh Amir Al-Mu’minin, para Imam dan putra-putranya.

Cobaan yang dihadapi oleh para kekasih Allah, pada dasarnya, adalah kasih sayang-Nya yang dikemas dengan penderitaan, sebagaimana halnya dengan kenikmatan dan kesehatan yang dialami oleh mereka yang dimurkai oleh Allah, yang pada dasarnya merupakan siksaan untuk mereka yang dikemas dalam bentuk kenikmatan, dan kemurkaan dengan bentuk kasih sayang. 6]

Imam al-Shadiq as berkata, ”Besarnya pahala seseorang sebanding dengan besarnya penderitaannya dan tidaklah Allah mencintai seorang hamba kecuali Dia menghadapkannya dengan penderitaan” 7]

Bala’ yang berarti ujian dan cobaan dapat terjadi pada manusia yang baik maupun yang jahat. Bala’ dan ibtila’, tidak hanya terbatas hanya berupa penyakit berat atau ringan, atau kesengsaraan, seperti kemiskinan, penghinaan, dan kehilangan keuntungan-keuntungan duniawi.

Bahkan seperti kekuasaan, kebesaran, kekayaan, ketinggian status, kehormatan, dan yang semacam itu juga merupakan bentuk lain dari ujian dan cobaan.

Tetapi dalam konteks hadits dari Imam al-Shadiq as di atas, bala’ yang dimaksudkan adalah bala’ dalam pengertian yang pertama, yang berupa penderitaan dan kesengsaraan.

BALA ‘ MERUPAKAN UJIAN SARINGAN

Imam Ali bin Abi Thalib as berkata : “Demi yang mengutusnya (Muhammad saw) dengan kebenaran, kamu benar-benar akan dicampur baurkan dan kemudian dipisahkan dalam saringan (ujian dan penderitaan).” (Nahjul Balaghah hal. 57, Khutbah ke 16, Syarah Dr. Subhi Shalih)

Dalam hadits lainnya, Imam al-Shadiq as berkata, ”Sudah merupakan kemestian bagi manusia bahwa mereka mesti dibersihkan, dipisahkan dan disaring sehingga sejumlah besar dari mereka dikeluarkan dari saringan itu.” 8]

Diriwayatkan dari Imam Musa al-Kazhim as, ketika beliau membaca ayat, ” Alif Laam Miim, Apakah manusia itu mengira dibiarkan mengatakan : ‘Kami telah beriman!’ sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-‘Ankabut [29] : 1-3) kemudian beliau as berkata, ”Ujian yang dimaksud dalam ayat ini adalah ujian dalam agama.” Kata beliau lagi, ”Mereka akan dibakar dan dibersihkan sebagaimana dibakar dan dibersihkannya emas (dari karat dan kotorannya)!” 9]

Setiap dada tanpa Kekasih
adalah tubuh tanpa kepal,
Manusia yang jauh dari perangkap cinta
adalah burung tanpa sayap
~ Rumi 10]
JIKA ALLAH MENYAYANGI HAMBANYA..

Jika Allah menyayangi seorang hamba Nya, maka :

1. Allah mengujinya (baik dengan kesenangan ataupun kesusahan) kemudian menolongnya dengan kesabaran…

Dalam sebuah hadits disebutkan, Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya (HR. Bukhari)

Di AlQuran surat Ali Imran ayat 146 juga disebutkan, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”.

Ujian yang Allah berikan, baik itu berupa kesenangan ataupun kesusahan adalah salah satu bentuk sayangnya Allah kepada kita. Jangan merasa hina jika Allah timpakan cobaan kepada kita.

Jangan pula merasa gagal jika Allah menakdirkan keburukan kepada kita. Karena apapun bentuk cobaan yang diberikan, itu semua adalah untuk kebaikan kita, karena Allah menyayangi kita dan tahu yang terbaik untuk diri kita. Jika kita bersabar dalam menghadapinya, yakin deh, Allah pasti lebih sayang kepada kita. Justru kita harus bertanya pada diri sendiri jika merasa aman dari cobaan, apakah Allah tidak menyayangi kita lagi? (Nah lo…)

2. Allah akan mencerdaskannya dalam masalah agama….

“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kabaikan Maka dicerdaskan dalam masalah agama” (HR.Bukhari-Muslim)

Jelas banget nih haditsnya. Orang-orang yang disayangi oleh Allah akan mudah menerima nasihat, mudah memahami ilmu agama, dan dicerdaskan fikirannya. Semua ilmu mudah sekali mengalir dan terngiang di otaknya. Yang merasa ilmu agamanya baik boleh lah GR sedikit, hehe…

3. Allah akan memudahkan dalam menjalankan kewajiban pada-Nya…
Abu Hurairah R.a berkata Bersabda Rasulullah saw, Allah Swt berfirman:Dan tiada mendekat kepada Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai daripada menjalankan apa yang Aku wajibkan atasnya (HR.Bukhari)Hadits ini menelaskan bahwa Allah menyukai amalan wajib, akan mudah sekali bagi Allah membuka pintu keridhoannya melalui amalan wajib ini. Dan orang-orang yang dikasihiNya lah yang akan mendapat kemudahan dalam melaksanakan semua kewajibannya. Semua perintah yang Ia berikan serasa mudah dilaksanakan, tidak ada halangan yang berarti. Semuanya lancar dan mudah, inilah wujud lain sayangnya Allah kepada hamba yang dikasihi-Nya. Ia akan memudahkannya untuk terus memdekat kepada Allah.

4. Allah menjadikannya berpegang teguh(cinta) pada sunnah ….

“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Ali Imran:31)Rasulullah adalah Habibullah, kekasih Allah. Allah akan mengasihi orang-orang yang mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah. Dan jika Allah menyayangi hambaNya, Ia akan menolongnya.

5. Allah menjadikannya seorang yang dermawan yang selalu berinfaq serta menjadikannya ahli ilmu yang selalu menyampaikan ilmunya…
Dari Ibnu Umar, berkata Rasulullah Saw, ”Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal:Seseorang yang diberi Allah kepandaian tentang Alquran, maka diamalkannyadan dikajinya sepanjang siang dan malam, dan seorang yang diberi kekayaan hartamaka ia infaqkan sepanjang siang dan malam.(HR. Bukhari Muslim)

Hmm…, kita tidak diperbolehkan iri kecuali pada dua perkara diatas. Ini menunjukkan bahwa dua hal tersebut adalah hal yang luar biasa dan patut dicita-citakan oleh setiap insan. Hanya Allah lah yang berhak memberikan sifat yang terpuji ini. Ini berarti, Allah memang memberi keistimewaan kepada hambaNya yang ia kasihi dan tidak memberinya kepada hamba yang lain. Wah, kita diistimewakan sama Allah… senangnya… :)

Pantaslah kita diperbolehkan iri kepada dua hal ini, karena keduanya adalah tanda kasih sayang Allah, dan berarti orang yang demikian adalah orang yang dicintai Allah. Rasa iri ini harus memacu kita untuk mengetahui rahasia bagaimana si fulan mendapatkan kasih sayang Allah sedangkan kita tidak. Kita harus memacu amalan kita dan menjauhi maksiat agar kita juga disayang sama Allah.

6. Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya …

Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah cemburu, dan cemburu Allah Ialah mencegah seseorang mengerjakan apa yang diharamkan-Nya” (HR.Bukhari-Muslim)

Siapapun tidak akan rela jika orang yang disayangnya melakukan hal yang tidak baik. Tidak akan ia membiarkannya menjauhinya dan berpaling darinya. Begitu pula Allah. Ia akan menjauhkan hamba yang ia sayangi dari apa-apa yang haramkanNya. Perkara haram yang paling besar adalah syirik. Maka orang yang Allah kasihi tentu memiliki keimanan yang begitu besr kepada Allah tanpa keraguan sedikitpun. Apakah kita sudah seperti itu?

7. Allah akan mematikannya dalam keadaan husnul khatimah atau dalam keadaan syahid….

Husnul khotimah menandakan ia akan masuk syurga, sedangkan mati syahid menandakan ia terbebas dari pertanyaan kubur dan hisab, maka ia telah mendapatkan sesuatu yang besar yang tidak Allah berikan kepada semua hambaNya. Hanya ia yang Allah sayangi saja yang berhak mendapatkannya.

Betapa indahnya hidup kita jika Allah benar-benar menyayangi kita. Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain menjadi hamba yang disayangi dan dikasihi oleh Yang Maha Penyayang.
Yang pasti, jika seseorang menyayangi orang lain, pasti ia ingin selalu berada didekatnya, membahagiakannya, dan memberikan yang terbaik untuknya. Begitu juga dengan Allah. Allah akan selalu ingin hamba yang Ia sayangi selalu berada dekat dengannya, dan memberikan yang terbaik untuk hamba tersebut. Dan yang diatas tadi adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, dan yakinlah itu semua untuk kebaikan kita juga baik di dunia maupun di akhirat. Jika kita merasa belum disayang sama Allah, dekati terus Allah dari segala penjuru, agar kelak, kita bisa bertemu dengan Nya dan menatap wajahNya di Syurga. Jangan sampai kita tidak mendapatkan kasih sayang dari Allah dan mari kita berlomba-lomba mendapatkan kasih sayang dariNya.Subhanallah…

1 ]. Bihar al-Anwar 15 : 56.
2 ]. Ibid 15 : 55
3 ]. Murtadha Muthahhari, Keadilan Ilahi, hal. 145.
4 ]. Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53
5 ]. Al-Kulayni, Ushul al-Kafi, 2 : 259, hadits no, 29.
6 ]. Murtadha Muthahhari, Keadilan Ilahi, hal. 146
7 ]. Al-Kulayni, Ushul Kafi hal. 252, hadits no. 3
8 ]. Al-Kulayni, al-Kafi 1 : 370.
9 ]. Bihar al-Anwar 64 : 144.
10]. Jalaluddin Rumi, Diwan i Syams 75776-78

wallahu a'lam bish-shawab

By Mencari Rezky