Assalaamu'alaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Kasih sayang dapat diwujudkan dengan berbagai macam cara. Ada orang
yang menunjukkan rasa sayangnya dengan terus memberikan perhatiannya.
Ada pula orang yang menunjukkan rasa sayangnya dengan membelikan
beraneka ragam benda yang disukai orang yang ia sayangi. Ada juga yang
menunjukkannya dengan sering mengganggu atau mengusili ‘sayang’nya
(biasanya kakak laki-laki, hehe…) Namun, ada pula yang menunjukkan rasa
sayangnya dengan terus mengekang atau mengurung sang tersayang agar ia
aman dari segala macam bahaya.
Atau bahkan ada yang tidak bisa menunjukkan rasa sayangnya kepada
orang yang ia sayangi. Trus, kalo’ kasih sayang Allah itu wujudnya
seperti apa? Apakah dengan melimpahnya harta benda. Atau dengan
kekuasaan? Atau kecantikan dan ketampanan yang kita miliki? Itukah tanda
kasih sayang Allah kepada hambaNya?
Ketika Allah swt "greatly missed and very much in love"(sangat sayang dan sangat rindu) pada hamba-NYA, ia akan
mengirimkan sebuah "hadiah istimewa" melalui malaikat Jibril yang isinya
adalah "ujian & cobaan."
Dalam hadits qudsi Allah berfirman: "Pergilah pada hambaKU lalu
timpakanlah berbagai ujian padanya kerana AKU ingin mendengar
rintihannya." (HR Thabrani dari Abu Umamah)
Dalam Q.S. Al Fajr:15-17 disebutkan,Adapun manusia apabila Tuhannya
mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia
akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya
mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku
menghinakanku” Sekali-kali tidak (demikian)(Q.S. Al Fajr : 15-17)
Kesenangan dan kemuliaan yang Allah berikan kepada seorang hamba
belum tentu menjadi sebuah pertanda bahwa Allah menyayanginya. Begitu
juga sebaliknya, kesulitan serta cobaan yang Allah berikan belum tentu
menjadi wujud kebencian Ia kepada kita. Jadi jangan GR dulu dan
buru-buru merasa kalo’ ente pade dah disayang ama Allah. Kita kaji dulu
beberapa tanda kasih sayang Allah kepada kita melalui pedoman hidup
kita. Al-Quran dan hadits Rasulullah.
UJIAN DAN COBAAN SEBAGAI BUKTI CINTA TUHAN
Apabila Allah Swt secara
khusus menyayangi seorang hamba-Nya, niscaya Dia akan menhadapkannya
pada berbagai kesulitan dan kesusahan. Imam Muhammad al-Baqir as
berkata, ”Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan ujian dan cobaan
kepada seorang mukmin sebagaimana seorang suami menjanjikan kepada
isterinya dengan hadiah yang dirahasiakan (disembunyikan)-nya.” 1]
Atau
dalam hadits lainnya, Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, ”Sesungguhnya
apabila Allah mencintai seorang hamba niscaya Dia tenggelamkan hamba
tersebut ke dalam cobaan.” 2]
Hal ini bisa dicontohkan dengan
seorang pelatih renang. Sewaktu ia diminta untuk melatih seseorang agar
bisa berenang, maka ia akan melatih orang tersebut dengan mengerahkan
segenap kemampuannya agar orang itu bisa berenang. Sama saja dengan
Allah SwT ketika mencintai seorang hamba, maka Dia akan mendidiknya –
untuk mencapai kesempurnaan – dengan mengujinya dengan berbagai cobaan.
Seseorang
yang ingin pandai berenang, tetapi hanya bermodal dengan membaca buku
teori renang tanpa menceburkan dirinya ke kolam renang, pasti seumur
hidupnya ia tidak akan pernah bisa berenang. Seseorang yang
sungguh-sungguh ingin pandai berenang harus berada di dalam air dan
berlatih dengan mencoba bertarung dengan air agar tidak tenggelam.
Bahkan
kadang-kadang seseorang yang sedang belajar berenang harus menghadapi
maut ketika ia berenang jauh ke tengah laut. Tidak bisa tidak seseorang
harus pernah menghadapi kesulitan-kesulitan sejak ia berada di dunia
ini, sehingga ia bisa belajar menyelamatkan diri darinya. Ia harus
pernah menghadapi kesukaran-kesukaran hidup, sehingga ia menjadi lebih
dewasa dan matang. 3]
TIIDAK ADA KEBAIKAN BAGI ORANG YANG TIDAK PERNAH DITIMPA MUSIBAH
Suatu
hari, Rasulullah saw diundang ke rumah salah seorang Muslim. Sewaktu
beliau tiba di rumahnya, beliau melihat seekor ayam sedang bertelur di
sebuah sarang di samping rumah. Beliau melihat telor ayam tersebut tidak
jatuh, dan kalaupun jatuh ternyata tidak pecah. Betapa takjubnya
Rasulullah saw melihat kejadian tersebut.
Karena itu, pemilik
rumah tersebut bertanya kepada beliau, “Engkau heran melihatnya, ya
Rasulullah? Demi Allah yang telah memilih Anda sebagai Nabi, sesungguhnya
saya selama ini tidak pernah sakit”
Rasulullah segera
meninggalkan rumah tersebut, seraya berkata, “Barangsiapa yang tidak
pernah mengalami musibah, maka ia jauh dari kasih sayang Allah.” 4]
SEMAKIN TINGGI TINGKAT SPIRITUAL SESEORANG SEMAKIN BERAT UJIANNYA
Diriwayatkan
bahwa Imam Al-Shadiq as berkata, “Sesungguhnya disebutkan di dalam
kitab ‘Ali bahwa yang paling berat cobaannya di antara semua manusia
adalah para nabi, dan setelah mereka adalah para washiy (para Imam Ahlul
Bait as), dan setelah mereka adalah orang-orang pilihan yang seperti
mereka. Sungguh orang mukmin pasti mengalami cobaan sesuai dengan kadar
amal baiknya. Maka, orang yang baik agamanya dan baik pula amalnya akan
lebih berat cobaannya. Hal itu disebabkan Allah SwT tidak menjadikan
dunia ini sebagai tempat memberi pahala bagi orang mukmin dan tempat
menyiksa orang yang ingkar. Dan orang yang lemah imannya dan buruk
amalnya, akan lebih ringan cobaannya. Sesungguhnya, cobaan itu menimpa
orang beriman lebih cepat daripada air hujan yang turun ke bumi.” 5]
Sesungguhnya
manusia yang paling keras cobaannya ialah para Nabi, kemudian
orang-orang setelah mereka, dan selanjutnya orang-orang setelah mereka
yang layak mendapatkan cobaan seperti mereka. Para penyusun kitab-kitab
hadis, membuat bab khusus mengenai kerasnya cobaan yang dihadapi oleh
Amir Al-Mu’minin, para Imam dan putra-putranya.
Cobaan yang
dihadapi oleh para kekasih Allah, pada dasarnya, adalah kasih sayang-Nya
yang dikemas dengan penderitaan, sebagaimana halnya dengan kenikmatan
dan kesehatan yang dialami oleh mereka yang dimurkai oleh Allah, yang
pada dasarnya merupakan siksaan untuk mereka yang dikemas dalam bentuk
kenikmatan, dan kemurkaan dengan bentuk kasih sayang. 6]
Imam
al-Shadiq as berkata, ”Besarnya pahala seseorang sebanding dengan
besarnya penderitaannya dan tidaklah Allah mencintai seorang hamba
kecuali Dia menghadapkannya dengan penderitaan” 7]
Bala’ yang
berarti ujian dan cobaan dapat terjadi pada manusia yang baik maupun
yang jahat. Bala’ dan ibtila’, tidak hanya terbatas hanya berupa
penyakit berat atau ringan, atau kesengsaraan, seperti kemiskinan,
penghinaan, dan kehilangan keuntungan-keuntungan duniawi.
Bahkan
seperti kekuasaan, kebesaran, kekayaan, ketinggian status, kehormatan,
dan yang semacam itu juga merupakan bentuk lain dari ujian dan cobaan.
Tetapi
dalam konteks hadits dari Imam al-Shadiq as di atas, bala’ yang
dimaksudkan adalah bala’ dalam pengertian yang pertama, yang berupa
penderitaan dan kesengsaraan.
BALA ‘ MERUPAKAN UJIAN SARINGAN
Imam
Ali bin Abi Thalib as berkata : “Demi yang mengutusnya (Muhammad saw)
dengan kebenaran, kamu benar-benar akan dicampur baurkan dan kemudian
dipisahkan dalam saringan (ujian dan penderitaan).” (Nahjul Balaghah
hal. 57, Khutbah ke 16, Syarah Dr. Subhi Shalih)
Dalam hadits
lainnya, Imam al-Shadiq as berkata, ”Sudah merupakan kemestian bagi
manusia bahwa mereka mesti dibersihkan, dipisahkan dan disaring sehingga
sejumlah besar dari mereka dikeluarkan dari saringan itu.” 8]
Diriwayatkan
dari Imam Musa al-Kazhim as, ketika beliau membaca ayat, ” Alif Laam
Miim, Apakah manusia itu mengira dibiarkan mengatakan : ‘Kami telah
beriman!’ sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS Al-‘Ankabut [29] : 1-3)
kemudian beliau as berkata, ”Ujian yang dimaksud dalam ayat ini adalah
ujian dalam agama.” Kata beliau lagi, ”Mereka akan dibakar dan
dibersihkan sebagaimana dibakar dan dibersihkannya emas (dari karat dan
kotorannya)!” 9]
Setiap dada tanpa Kekasih
adalah tubuh tanpa kepal,
Manusia yang jauh dari perangkap cinta
adalah burung tanpa sayap
~ Rumi 10]
JIKA ALLAH MENYAYANGI HAMBANYA..
Jika Allah menyayangi seorang hamba Nya, maka :
1. Allah mengujinya (baik dengan kesenangan ataupun kesusahan) kemudian menolongnya dengan kesabaran…
Dalam sebuah hadits disebutkan, Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan maka ditimpakan ujian padanya (HR. Bukhari)
Di AlQuran surat Ali Imran ayat 146 juga disebutkan, ”Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar”.
Ujian yang Allah berikan, baik itu berupa kesenangan ataupun
kesusahan adalah salah satu bentuk sayangnya Allah kepada kita. Jangan
merasa hina jika Allah timpakan cobaan kepada kita.
Jangan pula merasa gagal jika Allah menakdirkan keburukan kepada
kita. Karena apapun bentuk cobaan yang diberikan, itu semua adalah untuk
kebaikan kita, karena Allah menyayangi kita dan tahu yang terbaik untuk
diri kita. Jika kita bersabar dalam menghadapinya, yakin deh, Allah
pasti lebih sayang kepada kita. Justru kita harus bertanya pada diri
sendiri jika merasa aman dari cobaan, apakah Allah tidak menyayangi kita
lagi? (Nah lo…)
2. Allah akan mencerdaskannya dalam masalah agama….
“Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kabaikan Maka dicerdaskan dalam masalah agama” (HR.Bukhari-Muslim)
Jelas banget nih haditsnya. Orang-orang yang disayangi oleh Allah
akan mudah menerima nasihat, mudah memahami ilmu agama, dan dicerdaskan
fikirannya. Semua ilmu mudah sekali mengalir dan terngiang di otaknya.
Yang merasa ilmu agamanya baik boleh lah GR sedikit, hehe…
3. Allah akan memudahkan dalam menjalankan kewajiban pada-Nya…
Abu Hurairah R.a berkata Bersabda Rasulullah saw, Allah Swt
berfirman:Dan tiada mendekat kepada Ku seorang hamba-Ku dengan sesuatu
yang lebih Aku sukai daripada menjalankan apa yang Aku wajibkan atasnya
(HR.Bukhari)Hadits ini menelaskan bahwa Allah menyukai amalan wajib,
akan mudah sekali bagi Allah membuka pintu keridhoannya melalui amalan
wajib ini. Dan orang-orang yang dikasihiNya lah yang akan mendapat
kemudahan dalam melaksanakan semua kewajibannya. Semua perintah yang Ia
berikan serasa mudah dilaksanakan, tidak ada halangan yang berarti.
Semuanya lancar dan mudah, inilah wujud lain sayangnya Allah kepada
hamba yang dikasihi-Nya. Ia akan memudahkannya untuk terus memdekat
kepada Allah.
4. Allah menjadikannya berpegang teguh(cinta) pada sunnah ….
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. Ali Imran:31)Rasulullah adalah
Habibullah, kekasih Allah. Allah akan mengasihi orang-orang yang
mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah. Dan jika Allah menyayangi hambaNya,
Ia akan menolongnya.
5. Allah menjadikannya seorang yang dermawan yang selalu berinfaq
serta menjadikannya ahli ilmu yang selalu menyampaikan ilmunya…
Dari Ibnu Umar, berkata Rasulullah Saw, ”Tidak boleh iri kecuali
dalam dua hal:Seseorang yang diberi Allah kepandaian tentang Alquran,
maka diamalkannyadan dikajinya sepanjang siang dan malam, dan seorang
yang diberi kekayaan hartamaka ia infaqkan sepanjang siang dan
malam.(HR. Bukhari Muslim)
Hmm…, kita tidak diperbolehkan iri kecuali pada dua perkara diatas.
Ini menunjukkan bahwa dua hal tersebut adalah hal yang luar biasa dan
patut dicita-citakan oleh setiap insan. Hanya Allah lah yang berhak
memberikan sifat yang terpuji ini. Ini berarti, Allah memang memberi
keistimewaan kepada hambaNya yang ia kasihi dan tidak memberinya kepada
hamba yang lain. Wah, kita diistimewakan sama Allah… senangnya…
Pantaslah kita diperbolehkan iri kepada dua hal ini, karena keduanya
adalah tanda kasih sayang Allah, dan berarti orang yang demikian adalah
orang yang dicintai Allah. Rasa iri ini harus memacu kita untuk
mengetahui rahasia bagaimana si fulan mendapatkan kasih sayang Allah
sedangkan kita tidak. Kita harus memacu amalan kita dan menjauhi maksiat
agar kita juga disayang sama Allah.
6. Allah akan menjaganya dari apa yang diharamkan-Nya …
Dari Abu Hurairah Ra: Bersabda Rasulullah Saw,” Sesungguhnya Allah
cemburu, dan cemburu Allah Ialah mencegah seseorang mengerjakan apa yang
diharamkan-Nya” (HR.Bukhari-Muslim)
Siapapun tidak akan rela jika orang yang disayangnya melakukan hal
yang tidak baik. Tidak akan ia membiarkannya menjauhinya dan berpaling
darinya. Begitu pula Allah. Ia akan menjauhkan hamba yang ia sayangi
dari apa-apa yang haramkanNya. Perkara haram yang paling besar adalah
syirik. Maka orang yang Allah kasihi tentu memiliki keimanan yang begitu
besr kepada Allah tanpa keraguan sedikitpun. Apakah kita sudah seperti
itu?
7. Allah akan mematikannya dalam keadaan husnul khatimah atau dalam keadaan syahid….
Husnul khotimah menandakan ia akan masuk syurga, sedangkan mati
syahid menandakan ia terbebas dari pertanyaan kubur dan hisab, maka ia
telah mendapatkan sesuatu yang besar yang tidak Allah berikan kepada
semua hambaNya. Hanya ia yang Allah sayangi saja yang berhak
mendapatkannya.
Betapa indahnya hidup kita jika Allah benar-benar menyayangi kita.
Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain menjadi hamba yang
disayangi dan dikasihi oleh Yang Maha Penyayang.
Yang pasti, jika seseorang menyayangi orang lain, pasti ia ingin
selalu berada didekatnya, membahagiakannya, dan memberikan yang terbaik
untuknya. Begitu juga dengan Allah. Allah akan selalu ingin hamba yang
Ia sayangi selalu berada dekat dengannya, dan memberikan yang terbaik
untuk hamba tersebut. Dan yang diatas tadi adalah sarana mendekatkan
diri kepada Allah, dan yakinlah itu semua untuk kebaikan kita juga baik
di dunia maupun di akhirat. Jika kita merasa belum disayang sama Allah,
dekati terus Allah dari segala penjuru, agar kelak, kita bisa bertemu
dengan Nya dan menatap wajahNya di Syurga. Jangan sampai kita tidak
mendapatkan kasih sayang dari Allah dan mari kita berlomba-lomba
mendapatkan kasih sayang dariNya.Subhanallah…
1 ]. Bihar al-Anwar 15 : 56.
2 ]. Ibid 15 : 55
3 ]. Murtadha Muthahhari, Keadilan Ilahi, hal. 145.
4 ]. Baqir al-Majlisi, Bihar al-Anwar 15 : 1 : 53
5 ]. Al-Kulayni, Ushul al-Kafi, 2 : 259, hadits no, 29.
6 ]. Murtadha Muthahhari, Keadilan Ilahi, hal. 146
7 ]. Al-Kulayni, Ushul Kafi hal. 252, hadits no. 3
8 ]. Al-Kulayni, al-Kafi 1 : 370.
9 ]. Bihar al-Anwar 64 : 144.
10]. Jalaluddin Rumi, Diwan i Syams 75776-78
wallahu a'lam bish-shawab
By Mencari Rezky