Opick - Assalamualaikum

Kamis, 02 Agustus 2012

Makanlah dari Hasil Keringat Kamu Sendiri.


 Asslamualaikum warahmatullah wabakatuh
 Bismillahirrahmanirrahim

Kita di umat muslim disuruh buka usaha sendiri, perhatiakan Hadits di bawah ini:
....dari Aisah(RA) berkata; Rasulullah saw bersabda:
"Sesungguhnya sebaik-baiknya yang dimakan seseorang hasil kerja sendiri" (HR. Bukhari Dan Muslim)
Rasulullah saw bersabda :
"Tidaklah seseorang bekerja suatu pekerjaan yang lebih suci daripada hasil kerja tanganya, dan apa-apa yang ia belanjakan untuk dirinya, keluarganya, anak-anaknya dan pembantuknya maka itu merupakan sedekah" (HR. Bukhari dan Muslim)
Makna dari hadits diatas
- Orang yang makan dari keringatnya sendiri itu jauh lebih baik daripada hasil meminta-minta, hasil sumbangan atau hasil kejahatan
- Orang yang bekerja itu lebih baik dari pada mengantungkan hidup dari orang lain
-Kita Disuruh buka usaha sendiri
- Kita disuruh mencari rezeki sendiri bukan cara meminta-minta
- Hasil kerja yang di belanjakan untuk menghidupi keluarga dan pembantu merupakan sedekah
Islam memiliki pandangan tersendiri terhadap rezeki, nikmat dan makanan yang pada hakikatnya semua berasal dari Allah SWT. Konsep ini mengandung arti bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat pemberi nikmat bagi setiap makhluk hidup yang ada diseluruh dunia ini.
Allah SWT melimpahkan nikmatnya pada hamba-hambanya yang mau berusaha dan menggunakannya demi untuk memenuhi janji-janjinya kepada Allah SWT. Bagaimanapun juga Allah SWT tidak akan melimpahkan nikmat dan rahmatnya pada orang-orang yang berusaha mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak halal dan membelanjakannya dengan cara yang tidak bertanggung jawab.
Manusia hanyalah sarana bagi Allah SWT untuk melimpahkan nikmatnya. Nikmat Allah SWT yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan atau hanya sekedar untuk menyambung hidup. Allah SWT menghendaki kehidupan yang nyaman dan tentram bagi umat manusia.
Allah SWT menyatakan bahwa Dia hanya melimpahkan karunianya bagi hamba-hambanya yang mau berusaha dan bekerja keras. Semakin keras mereka bekerja, akan semakin bertambah pula nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya. Umat islam tidak hanya dianjurkan untuk bekerja keras, tetapi dianjurkan juga untuk mempotensikan akal mereka supaya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan sebanyak mungkin dan bahkan jika diperlukan, mereka dianjurkan untuk melakukan hijrah ke setiap penjuru dunia supaya mereka menemukan dan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penghasilan mereka.
Nabi Muhammad SAW juga telah bersabda :
"Tak ada sesuatupun yang dimakan seseorang yang lebih baik kecuali apa-apa yang dihasilkan dari jerih payah keringatnya sendiri.Nabi Daud ra makan dari hasil keringatnya sendiri." (HR Bukhari Muslim) 
Sungguh sangat rasional jika islam memberikan sanksi yang berat pada orang-orang yang malas karena ini menyangkut keberadaan ciptaan Allah SWT dimuka bumi yang tak terhitung jumlahnya yang semua itu diperuntukkan bagi manusia supaya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Bagi orang-orang yang malas mereka tidak hanya dianggap sebagai orang yang tidak mnesyukuri nikmat Allah SWT, tetapi mereka juga dianggap telah gagal menerima karunia Alllah SWT yang diperuntukkan baginya supaya dapat hidup produktif sehingga mereka bisa menciptakan kemakmuran dimuka bumi ini.
Allah SWT juga telah memberikan kemudahan bagi manusia untuk mengeksploitasi sumberdaya alam yang telah diciptakan secara melimpah ruah diseluruh hamparan muka bumi ini. Meskipun Allah SWT menjamin rezekinya bagi semua umat manusia, tetapi Allah SWT telah menyatakan dengan jelas bahwa hanya orang-orang yang berbuat kebaikan dan mensyukuri nikmatnya sajalah yang akan dikaruniai dengan nikmat yang lebih besar. Ini merupakan pahala yang diberikan Allah SWT secara langsung didunia fana ini dan bahkan pahala yang lebih besar akan deberikan kelak di akherat.
Satu pertanyaan yang mungkin patut diajukan adalah: mengapa justru orang-orang yang kejujurannya diragukan dan keimanannya dangkal justru mendapatkan kekayaan yang banyak? Jawaban sederhana atas pertanyaan ini adalah mungkin kekeyaan itu tidak diridhai oleh Allah SWT karena bias saja Allah SWT memberikan nikmatnya dengan atau tanpa ridhanya. Konsep tentang nikmat Allah SWT dianggap sangat penting dalam islam karena sebagai orang islam kita dianjurkan memiliki keseimbangan antara pemenuhan kewajiban akherat dan dunia. Rezeki yang diridhai oleh Allah SWT akan memberikan keamanan dan kedamaian bagi umat islam sehingga mereka dapat menjalankan kewajiban-kewajiban spiritualnya. 
Berdekatan dengan Allah SWT akan membuat mereka biasa mendapatkan rezeki yang lebih diberkahi.
Allah SWT menyatakan bahwa tidak semua orang dilahirkan kedunia ini dengan kemampuan yang sama. Beberapa diantara mereka memiliki kemampuan dan motivasi yang lebih bagus sehingga mereka bisa mendapatkan rezeki yang lebih besar.
Kesimpulan:

Karunia yang diberikan oleh Allah SWT menurut pandangan agama islam mencakup beberapa elemen, diantaranya:
1. Umat islam dianjurkan mencari rezeki dengan giat dan dalam cara-cara yang halal.
2. Allah SWT akan melimpahkan nikmatnya yang tak terhingga kepada orang-orang yang mau bekerja keras dan jujur.
3. Rezeki yang dihasilkan dengan cara-cara yang halal merupakan kepercayaan yang diberikan langsung Allah SWT.
4. Rezeki atau penghasilan yang halal digunakan lebih jauh untuk membantu orang-orang yang kurang mampu dan untuk membantu kelangsungan perkembangan islam dan Negara
By : Mencari Rezky

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar